Menikmati Senja dengan Kue Bawang

kue bawang_upload

Kadang aku ingin duduk termenung menatap senja…
Menghitung langkah yang kulalui…berapa banyak dosa yang kuperbuat hari ini…berapa banyak pula yang telah kutumpuk…
Ahhh…tapi itulah aku begitu mudah membuat dosa…
Andai saja Allah bukan Maha Pengampun mungkin akan banyak balasan yang kuterima…

Lalu aku termenung kembali…tentang nikmat yang kuterima…dan ternyata pemberian-Mu lebih banyak…
Alhamdulillah…segala puji untuk-Mu…dosaku Engkau balas dengan banyak kebaikan…
Kebaikan yang tak terhitung jumlahnya…
Dosaku mungkin sebanyak buih di lautan tapi rahmat-Mu melebihi itu…subhanallah…Maha Suci Engkau Ya Allah…mudahkanlah kami selalu untuk dekat dengan-Mu…aamiin…

Semoga setiap detik berlalu, setiap detakan jantung, setiap nafas yang terhembus, setiap huruf yang tertulis, setiap kalimat yang terucap, setiap langkah kaki ini…semoga semuanya seluruh hidup kami akan bertujuan kepada-Mu Ya Allah…aamiin…
Mudahkanlah kami dalam melangkah dijalan-Mu…aamiin…
Sampai nanti…sampai kami bisa berjumpa dengan-Mu Ya Allah…aamiin….

seperti biasa setelah sudah menasehati diri saya…yukk kita lanjutin cerita tentang kue…hehehe

kali ini saya kan menceritakan tentang kue bawang…sebenarnya saya masih bingung perbedaan antara pangsit dengan kue bawang atau disebut juga keripik bawang 😀 , ya karena keduanya rasanya mirip tapi yang jelas resep kue yang saya ceritakan adalah kue bawang karena memang di dalam resepnya banyak menggunakan bawang baik bawang merah maupun bawang putih.

pas mbak fa cerita tentang kue bawang, katanya gurih renyah, enak…langsung kepikiran buat snack arisan, dan alhamdulillah bulan ini saya ketempatan arisan…dan alhamdulillah kue bawang pun jadi snack arisan. Setelah mencari beberapa resep kue bawang akhirnya saya pengen nyoba resep mbak Sukma dari cookpad, terimakasih mbak Sukma sharingnya 🙂 …iya saya penasaran dengan resep mbak Sukma ini karena penggunaan bawang merah yang banyak…pengen tau seperti apa ya rasanya kalo bawang merahnya banyak…dan disana juga ada testimoni yang sudah nyobain resepnya katanya enakk…jadi mantab untuk bikin…dan ternyata rasanya memang enak…empukk dan gurihhh…benar-benar recomended untuk dicoba, tapi saya mengurangi jumlah terigu sedikit dari resep asli dan saya ganti dengan tepung beras…karena saya menginginkan teksturnya agak sedikit keras…maklum saya suka makanan yang keras 😀 …tapi meskipun sudah saya tambah tepung beras hasilnya masih tetep empuk kok 🙂

ndak percaya ??? yukkk ahhh dicoba resepnya 😀

oiya lupa mau cerita tentang bikinnya pas bikinnya kami bikin berempat, saya, ayah kembar dan si kembar…duhhh seru banget masak bareng-bareng…si kembar membantu giling dan ngasih adonan siapp goreng ke ayah dan ayah goreng-goreng dan saya bagian ngatur kembar 😀 dan motong-motong…pokoknya seruuu…senang sekali…alhamdulillah…terimakasih ya kembar dan ayah sudah dibantu…luvvv u all…dan berikut resepnya 😉

Kue Bawang / Kripik Bawang
Sumber : mbak Sukma

Bahan-bahan

  • 450 gr terigu
  • 150 gr tepung tapioka
  • 50 gr tepung beras
  • 200 gr bawang merah, iris halus
  • 2 butir telur kocok lepas
  • 2 sdm margarin
  • 120 ml santan
  • 5 batang seledri, iris halus
  • secukupnya Minyak untuk menggoreng,)

Bumbu Halus :

  • 50 gr bawang putih
  • 2 sdt garam
  • 1 sdt lada halus

Cara Membuat :

  1. Tumis bawang merah yang sdh diiris halus dg sedikit minyak hanya sampai layu saja yaa, krn nanti akan digoreng lagi.
  2. Kocok telur dan santan, sampai rata.
  3. Masukkan semua bahan kecuali margarin, masukkan juga campuran telur dan santan serta bumbu halus dalam wadah, kemudian uleni sampai agak kalis, kemudian masukkan margarin uleni lagi sampai kalis tapi tidak sampai elastis tujuan pengulenan disini supaya bahan menyatu dan adonan lebih halus, di beberapa resep stik ada adonan yang tidak boleh diuleni terlalu kuat karena akan menyebabkan hasilnya keras, tapi kalo kue bawang ini meskipun kita agak lama nguleninya insya Allah tidak akan keras karena bawang merah yang cukup banyak akan tetap membuat kue renyah dan empuk. (apabila santan kurang bisa ditambah sedikit saja karena kalo kebanyakan adonan bisa lembek dan akan susah digiling).
  4. Ambil segumpal adonan, giling dg pasta maker/cetakan mie. Dimulai dg nomor besar, lakukan berulang hingga hasil mulus.
  5. Tipiskan dg nomor kecil, ketebalan sesuai selera, lakukan hingga semua adonan habis dan potong-potong sesuai selera. (sebaiknya proses ini dilakukan sedikit demi sedikit, sehingga adonan yang siap goreng tidak menunggu lama yang akan menyebabkan jadi kering)
  6. Susun hasil potongan dalam piring, jangan terlalu penuh agar tdk menggumpal dan lengket, taburi tepung jika perlu.
  7. Kemudian goreng dengan api sedang hingga kuning keemasan, angkat dan tiriskan.

Selamat mencoba 😉

kue bawang1_upload

Iklan

Puding Blackforest yang Penting Enak :D

Blackforest, kayaknya kue ini dari dulu sering  kudengar dan kuinginkan tapi belum kesampaian 😀 …dan alhamdulillah sekalinya makan bikinan sendiri meskipun base cakenya puding…hehehe

kenapa namanya yang penting enak? karena dekorasinya masih seadanya dan sebisanya…hahaha 😀 …. tapi yang penting rasanya enak lho…maap agak promosi sedikit 😀 …tapi beneran rasanya enak, coklat di luar coklat di dalam….lho promosi lagi 😀

Hari ini  bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1434 H (2013)…ceritanya lagi long weekend…mulai sabtu sampai hari ini selasa kami libur…jadi ceritanya agak mencari kesibukan yang menyenangkan supaya tidak pengen pulang 😀 … kalo versinya ayah…”mendingan ubek daripada minta pulang 😀 ” ….hahaha…terimakasih mas…sudah memberi kesempatan untuk membuat kue ini…

Diawali kemarin bikin puding untuk base cakenya dan hari ini setelah melihat penyembelihan hewan kurban kami lanjutkan dengan membuat butter cream dan menghias bersama…mulai membuat butter cream sampai proses dekorasi kami bekerja berempat lho…tentunya di temani oleh tim kreatif Arfa dan Ashfa 😀 … ketika membuat butter cream mereka sibuk bertanya apa ini ayah…apa ini bunda … 😀 …dan ketika butter cream selesai langsung di cicipi sama si kembar sambil membersihkan bekas kocokan di gagang pengaduk mixer :D…

Kemudian ketika mulai menempel pagar si kembar juga tak mau ketinggalan…mau memegang-megang pagar jadi deh pagarnya yang patah-patah jadi cemilan buat si kembar… 😀 dan ketika proses pemotretan selesai… seperti biasa mereka selalu pengen cepet-cepet makan kuenya…. cherry merah pun langsung diambil ketika sesi pemotretan 😀

terimakasih ayah… terimakasih kembar atas partisipasinya… 😀

Oiya tak lupa saya ucapkan terimakasih buat nina DKM cake jember … sebagai guru jarak jauh…makasih ya nina…maap banyak mengganggu…hehehe

dan puji syukur kepada Allah swt yang telah melimpahkan rahmat -Nya…sehingga kami sekeluarga bisa kumpul dan menikmati liburan ini….alhamdulillah…

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

==== 151020313 15:02 @ km 31,5 ====

Puding Lapis Coklat Part I

Sudah beberapa kali bikin puding (sekitar 3 kali) dan setelah sekian lama pengen banget bikin puding, akhirnya kesampaian juga bikin puding dengan berbeda warna. Puding yang pertama kubuat adalah puding coklat bikinnya pas puasa 1434 H (2013), waktu itu untuk kudapan berbuka, dan Alhamdulillah puding pertamaku hasilnya lumayan enak dan dari segi tekstur juga lumayan.

Image

Proses pembuatan puding berjalan ke puding berikutnya sambil mencoba mengurangi jumlah putih telur sampai mendapat tekstur yang diinginkan dan menambah coklat pasta pada adonan demi mendapat warna coklat pekat pada puding, dan hasil percobaan lumayan setelah putih telur dikurangi tekstur sudah mendekati yang diinginkan dan penambahan pasta coklat juga lumayan meski warna yang dihasilkan belum terlalu pekat…padahal pasta coklat sudah ditambah lumayan banyak…tapi takut kebanyakan juga ngasih pastanya…takut ada efek negativ…maklum tukang masak pemula…ilmunya masih belum banyak…hihihi…

Setelah mendapat tekstur dan warna yang cukup lumayan…akhirnya pengen banget membuat puding dengan berbeda warna…dan alhamdulillah kemarin tanggal 24 September 2013 kesampaian juga 😀 .

Image

Setelah pulang kerja langsung mampir ke koperasi bermaksud mencari jelly bubuk yang warna coklat untuk topping mozaiknya, tapi ternyata habis, jadinya akhirnya mampir ke toko terdekat dan jelly coklat ga ada juga, akhirnya pake agar-agar coklat deh…hehehe

Setelah mendapat agar-agar coklat langsung eksekusi bikin agar coklat sedikit dan dibekukan di kulkas, dan setelah magrib lanjut bikin puding lapis…sambil ditemani kembar yang lagi maem disupain ayah…terima kasih ayah sudah membantu proses kelancaran membuat puding ….huehehe 😀 .

dan berikut resepnya :

Bahan A :

  • Agar-agar coklat ½ bungkus
  • Susu cair 150 ml (pas nyoba pake 1 gulas nuvo)
  • Gula pasir 1 sdm
  • Pasta coklat 1  sdt

Bahan B :

  • Agar-agar putih 1 bungkus
  • Susu 500 ml (percobaan kali ini make susu dancow 2 sachet + 500 ml)
  • Gula pasir 7 sdm
  • Kuning telur 1 butik kocok
  • Sisa agar-agar coklat ½ bungkus

Bahan C :

  • Dark chocolate 30 gram dipotong-potong
  • Putih telur 1 butir, kocok hingga berbusa
  • Coklat pasta 1 sdm

Cara Membuat :

  1. Campur Bahan A jadi satu, masak dan dinginkan hingga beku, dan dipotong-potong bentuk mozaik atau segitiga.
  2. Campur semua Bahan B kecuali kuning telur, masak dan aduk panas, setelah kelihatan panas ambil satu sendok sayur adonan dan masukkan ke kuning telur dan aduk, kemudian campuran kuning telur masukkan ke dalam adonan agar-agar aduk hingga mendidih.
  3. Masukkan puding potongan mozaik ke dalam cetakan puding, setelah itu tuang adonan panas ke dalam cetakan (1/2 adonan). Tunggu  hingga dingin dan atasnya mengeras. Untuk mempercepat proses pendinginan masukkan cetakkan puding ke dalam air (direndam).
  4. Setelah agak mengeras, masukkan Bahan C ke dalam setengah adonan yang belum dituang (kecuali putih telur tidak dituang). Setelah ditambah coklat dan pasta coklat panaskan kembali adonan supaya bisa melekat dengan baik ke adonan yang sudah dituang (panas hingga mendidih) setelah itu masukkan secara perlahan adonan panas ke dalam putih telur kocok dan sambil kocok perlahan hingga adonan menyatu dan tidak terdapat gumpalan.
  5. Setelah adonan kelihatan sudah tidak ada gumpalan masukkan adonan panas ke dalam cetakan puding.
  6. Dinginkan dan simpan ke dalam lemari es, tunggu hingga beku dan puding siap dihidangkan.

Secara umum puding terasa enak dan tampilan menarik tapi agak keras sedikit…hehehe, mungkin agar-agarnya bisa pake satu bungkus untuk dipake di bahan A dan B sehingga tekstur tidak terlalu keras.

dan yang paling penting ayah dan kembar suka dengan pudingnya…alhamdulillah… dan semoga akan berlanjut ke Part II dan hasilnya lebih baik lagi dan semoga kembar dan ayah makin suka lagi…aamiin…

====10102013 16:32 @ km 31,5====

Memasak

Memasak, awalnya mendengarnya seperti mendengar pekerjaan yang tak mungkin bisa kukerjakan, ya iyalah soalnya dulu diajarin ibu masak sayur bayam aja ndak bisa-bisa :D. Tapi alhamdulillah setelah berkeluarga tiba-tiba terjadi perubahan…hehehe. Mungkin ini sudah naluri keibuan ya tapi yang pasti ini bantuan dari Allah swt dan dukungan dari suami dan anak-anak juga sangat mensupport sehingga tambah semangat memasak….Alhamdulillah terimakasih Ya Allah…terimakasih mas…terimakasih kakak…terimakasih adek….

Awalnya mencoba memasak meski terasa capek dan lama-lama Alhamdulillah bisa menikmatinya. Dan sekarang mulai mencoba mendokumentasikan hasil memasak untuk memudahkan saya dalam mencatat resep dan mudah-mudahan catatan ini bisa bermanfaat…aamiin…, meski resepnya ada yang belum ada takarannya 😀 …iya dalam memasak dan membuat kue saya masih benar-benar pemula sehingga masih trial error dan sepertinya banyak errornya 😀 …yang penting kita sudah mencoba bukan…hehehe…dengan mencoba kita jadi tau hasilnya dan bila terjadi kegagalan berarti kita harus mengulanginya dan berdo’a kepada Allah swt. semoga kita dilancarkan dalam memasak dan membuat kue…karena semua bisa terjadi atas seiizin Allah swt. … dan dengan menyenangkan keluarga…semoga yang kita lakukan tercatat sebagai amal ibadah…aamiin… 🙂