Bubur Kacang Hijau dan Ketan Hitam

lama sekali ndak update blog, eh tapi memang blognya memang ndak sering update juga 😀 …nah untuk pemanasan kali ini bikin yang mudah-mudah dulu…iya kita bikin bubur yukkk…iya bubur kacang hijau adalah kesukaan kembar dan ayahnya…sering nyimpen di kulkas buat stok tapi belum sempat motret dan nulis di blog…jadi sekarang waktu yang tepat daripada blognya sepi 😀

lama ndak ngeblog jadi bingung juga mau nulis apaan :D…yuk ahhh berikut resep bubur kacang hijau dan ketan hitamnya, mudah dan enakkk…

RESEP :

Bahan Bubur Kacang Hijau :

  • 250 gram kacang hijau (rendam semalaman)
  • 100 gram gula merah
  • 5 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 2 sdt tepung tapioka ditambah sedikit air dan aduk rata
  • air untuk merebus secukupnya
  • 2 lembar daun pandan

Bahan Bubur Ketan Hitam :

  • 250 gram ketan hitam (rendam semalaman)
  • 125 gram gula merah
  • 5 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 2 sdt tepung tapioka ditambah sedikit air dan aduk rata
  • air untuk merebus secukupnya
  • 2 lembar daun pandan

Cara membuat :

Rebus kacang hijau/ketan hitam yang sudah direndam bersama daun pandan hingga kacang hijau/ketan hitam agak empuk, kemudian masukkan gula merah, gula pasir, dan garam tunggu hingga kacang hijau atau ketan hitam benar-benar empuk, apabila air sudah mau habis tapi masih belum empuk bisa ditambahkan air lagi, apabila sudah empuk, koreksi rasa, dan masukkan cairan tepung tapioka sedikit demi sedikit hingga agak kental dan koreksi rasa lagi.

KUAH SANTAN  (masak semua secara bersamaan dan aduk hingga mendidih dan agak kental) :

  • 500 ml santan dari satu butir kelapa
  • 1/2 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan

 

Kue Cucur

Akhir-akhir ini senang sekali mencoba resep makanan tradisional…ya karena aku memang suka makanan tradisional…bisa dibilang lidahku ini nasionalisme tinggi 😀 …ya kan memang makanan indonesia enyakkk…enyakkk…hihihi…gurih kelapanya itu lho…bikin lagi dan lagi 😀

dari dulu pengen nyoba bikin cucur tapi aku agak deg-degan alias trauma 😀 kalo urusan kue yang serat menyerat…seperti semacam jika beruntung dapet seratnya jika tidak selamat mencoba lagi 😀 …ehhh maap mungkin aturan ini hanya untukku karena memang aku masih level pemula dibidang perkuean ini…hihihi…

kue cucur

nah tapi pas lihat mbak Puji Rahayu posting di fb kue cucur bisa cantik jelita jadi pengen nyoba…kan kalo ndak bisa kan masih bisa konsultasi gratis sama mbak Puji…terimakasih mbak Puji penjelasan dan resepnya ya…i luv mbak ;)…alhamdulillah dipertemukan orang-orang yang pinter masak dan baik hatinya…semoga Allah membalas kebaikan mereka…aamiin… 🙂

kue cucur

dan lanjut ke praktek nah pas percobaan pertama yang harusnya pake air kelapa dan aku ndak punya air kelapa tapi aku punya kelapa jadi aku ganti santan…aku pikir rasanya bisa tambah gurih…ehhh ternyata hasilnya malah ndak berserat sama sekali 😀 …ini maunya inovasi kok malah gagal 😀 …tidak apa-apa gagal kan katanya sukses yang tertunda…**mencoba menghibur diri 😀 **…dan karena masih penasaran akhirnya aku bikin yang kedua dan kali ini aku mengikuti aturan yang ada 😀 ….dan alhamdulillah kue cucur jadi dan berserat cantik…tapi cuma warnanya kurang seger soalnya aku pake daun suji dan daun sujinya kurang jadi warnanya pucet…hihihi…dan akhirnya aku bikin yang ketiga karena ndak mau ribet akhirnya aku pake pewarna makanan (ini tidak perlu dicontoh 😀 )…alhamdulillah jadi dan warnanya lebih cantik…iya yang difoto ini bikinan yang ketiga…hehehe…jadi insya Allah resep ini rekomended tapi harus taat peraturannya…hihihi

kue cucur

dan berikut resepnya aku copas dari blog mbak Puji

KUE CUCUR

Sumber : Puji Rahayu W.
 
Bahan:
  • 300gr tepung terigu
  • 200gr tepung beras
  • 250gr gula pasir
  • 500ml air hangat (dibikin dari campuran blanderan pandan suji, atau bisa langsung pakai pasta pandan)
  • 100ml air kelapa (bisa diganti air hangat biasa) –> sy pake air kelapa
  • 1/2sdt garam
Cara Membuat:
  1. Campur tepung terigu, tepung beras dan gula pasir. Aduk rata.
  2. Tuang air hangat sedikit demi sedikit (1 gelas terlebih dahulu), uleni pakai tangan sampai adonan rata dan lembut (adonan masih lengket dan menggumpal kaya adonan roti tp lembek).
  3. Tuang air dan air kelapa sedikit demi sedikit sampai adonan licin dan nampak berbuih. (mulai awal pencampuran sampai berbuih dengan jumlah tepung 500 gram ini saya membutuhkan waktu sekitar 30 menit)
  4. Tambahkan garam. Aduk rata.
  5. Siapkan wajan dengan sesendok sayur minyak goreng, panaskan dengan api sedang.
  6. Tuang 1 sendok sayur adonan. Siram siram minyak pakai sutil. Goreng sampai bersarang dan tengahnya membentuk gundukan kecil dan matang.
  7. Angkat dan tiriskan.
  8. Lakukan sampai adonan habis.
  9. Siap disajikan.

awalnya aku juga ndak yakin cucurku akan berhasil tapi alhamdulillah berhasil, dan setelah membaca di Majalah Sedap Pemula disana menjelaskan bahwa adonan yang mengandung tepung terigu bisa berserat asal dengan pengadukan yang kontinyu dan dengan kecapatan yang stabil dan dalam jangka waktu tertentu karena setelah lama diuleni gluten akan bekerja meskipun tanpa pemberian ragi atau pengembang dan mungkin salah satu contohnya pada resep ini…pada resep ini tidak menggunakan pengembang tapi hasilnya alhamdulillah berserat cantik dan memang setelah lama diuleni sampai licin lama kelamaan akan mucul buih-buihnya….ini kesimpulan abal-abalku jadi mohon maaf apabila ada kesalahan…hihihi…dan selamat mencoba ya teman…

Nutrisari W’dank Bajigur dan Petulo

Indonesia kaya akan budaya termasuk kulinernya semakin membaca buku resep semakin tidak tahu…hihihi…lha iya ternyata setiap daerah punya makanan khas sendiri…dan sepertinya saya telat banget ngerti 😀

Dalam cerita kali ini pun saya akan menceritakan dua makanan yang berasal dari dua daerah yang berbeda yaitu bajigur dan petulo…

bajigur_6

Bajigur…minuman ini asli jawa barat dan saya baru mengenalnya…hihihi…karena ada Nutrisari W’dank Bajigur dan karena saya pengen mencobanya jadi mencoba yang instan dulu karena yang pasti lebih praktis…hihihi…dan ternyata rasa Nutrisari W’dank Bajigur enak dan gurih dan begitupun aromanya juga menunjukkan kegurihannya…dan tidak hanya itu saja disimpan di kulkas…hmmm…tambah enakkk…seger dan gurih…dan si kembar pun berebut menghabiskannya 😀 …pas bunda mau ngambil bajigur yang di kulkas…dan melihat sudah tidak ada kagett juga…lho kemana bajigurnya…ehhh ternyata kembar cerita kalo sudah dihabisin 😀

bajigur_4

dan dari dulu pengen bikin petulo/putu mayang …kalo di jawa timur namanya petulo dan penyajiannya pake saus santan tapi ada juga yang menyebut putu mayang…kalo membaca ulasan di blog mbak Diah Didi kalo di Jawa (mungkin maksud mbak Diah Didi Jawa Tengah) ada putu mayang tapi penyajiannya pake kelapa parut bukan pake saus santan jadi semacam getuk lindri yang atasnya dikasih kelapa parut…tuhh kan makanan yang hampir sama tapi penyajiannya berbeda ternyata punya nama sendiri-sendiri dan asal daerahnya pun berbeda…betapa kaya Indonesia ini ya…dan apapun namanya petulo itu…enakkk…hihihi dan saya cinta Indonesia 😉

putu mayang_1

dan mumpung ada Nutrisari W’dank Bajigur kan bisa jadi sausnya tanpa harus repot membuatnya…jadi tanpa ragu bikinlah petulo…dan setelah bikin petulo langsung bikin bajigur…makan petulo di tambah kuah bajigur hangattt itu enakkk…dan karena pengen yang seger bajigurnya disimpan di kulkas dan setelah dingin makan petulo lagi pake kuah petulo dingin…enakkk juga….hihihi

dan berikut resepnya yang saya dapat dari Majalah Sedap :

Petulo / Putu Mayang :

Bahan :

  • 300 gram tepung beras
  • 4 ½ sdm gula pasir
  • 1 ½ sdt garam
  • 100 gram tepung tapioka
  • 575 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 2 tetes pewarna merah muda
  • 2 tetes pewarna hijau muda

Bahan Saus :

  • 3 sachet Nutrisari W’dank Bajigur
  • 450 ml air panas

Cara membuat :

  1. Masak Tepung beras, gula pasir, garam dan santan diaduk sampai menggumpal. Tambahkan tepung tepung tapioka sambil diuleni.
  2. karena saya menggunakan piping bag untuk mencetak maka adonan ini kurang lembek sehingga berat untuk dicetak maka saya menambahkan air lagi pada adonan sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan mudah untuk dicetak tapi jangan terlalu lembek, setelah ditambah air adonan menjadi agak lengket tapi mudah dicetak.
  3. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Satu bagian diberi warna merah. Uleni rata. Satu bagian diberi warna hijau muda, uleni rata. Satu bagian lagi biarkan tanpa warna.
  4. Masukkan adonan ke dalam cetakan petulo/putu mayang (saya menggunakan piping bag yang digunting kecil diujungnya). Tekan di atas daun pisang.
  5. Kukus di atas api sedang 10 menit hingga matang.
  6. Saus : seduh Nutrisari W’dank Bajigur dengan air panas.
  7. Sajikan petulo/putu mayang bersama Saus Bajigur.

putu mayang

Demikian resepnya ya teman-teman semoga bermanfaat dan keluarga suka ya…

bajigur_2

dan saya senang dengan inovasi dari Nutrifood ini…ya karena dengan adanya minuman tradisional dalam kemasan, mudah di dapat dan mudah dibawa kemanapun dan tahan lama, maka tentunya juga akan mudah memperkenalkan minuman tradisional ini ke Mancanegara…sukses buat Nutrifood dan sukses buat kita semua…aamiin…. 😉

Ongol-ongol Singkong

Dulu pas kecil sukanya ikut nungguin tukang sayur lewat sama ibu soalnya ada kue disana 😀 …biasanya ibu sayur bawa jajanan tradisional termasuk ongol-ongol ini…pas ibu sayur datang…ibu sibuk berbelanja dan aku juga sibuk memilih-milih kue 😀 ….ahhh indahnya masa kecil… 🙂

aku suka sekali dengan jajajan tradisional bisa dibilang lidah indonesia asli…hihihi…dari dulu pengen banget bikin kue ini… ya pengen mengenang masa kecil dan aku juga memang suka…dan kapan hari dikasih singkong sama tetangga jadi bikin ongol-ongol aja ahhh…dan googling ketemu resep mbak Dini Mulyadi …jadi langsung bikin dan alhamdulillah rasanya enak dan si kembar dan ayah suka…teksturnya agak empuk enak dan manisnya pas…terimakasih mbak dini sudah share resepnya…

dan berikut Resepnya aku copas dari Blog mbak dini :

Ongol-ongol Singkong
Bahan :
– 500gr singkong, parut halus
– 100gr gula putih
– 100gr parutan kelapa
– 1/4 sdt garam
– Pewarna makanan sesuai selera

Untuk taburan :
– Parutan kelapa dan garam, kukus sebentar.

Cara Membuat :

  1. Campur jadi satu semua bahan dalam mangkuk besar kecuali pewarna makanan.
  2. Pisah-pisah menjadi beberapa bagian sesuai dengan warna yang dikehendaki.
  3. Campur tiap bagian dengan pewarna. Bulatkan kecil-kecil.
  4. Kukus kurang lebih 15 menit atau sampai matang.
  5. Angkat dan gulingkan di parutan kelapa.
  6. Tusuk-tusuk berselang seling menurut warna. (tapi punyaku yg dibikin sate cuma dua buat si kembar aja 😀 )

Catatan :

  • Kalau singkong yang diparut terlalu berair maka sebaiknya diperas dahulu, sehingga mudah dibentuk.
  • Saat mengukus alasi kukusan dengan daun pisang agar adonan tidak lengket ke dasar kukusan saat diangkat.

Demikian cerita ongol-ongol semoga bermanfaat 🙂

====Kamis, 20112014 05:19 @ km 31,5====

Bakpia Kacang Hijau

Ternyata membuat bakpia itu tidak serumit yang kita bayangkan lho teman-teman…dan bahannya pun insya Allah mudah di dapat…hayukkkk bikin bakpia sendiri…

Resep bakpia ini dari mbak diah didi … dan resep ini sudah di share juga sama mbak-mbak yang lain jadi insya Allah soal rasa sudah banyak yang cocok…terimakasih mbak diah 🙂

aku sudah beberapa kali mencoba resep ini dan alhamdulillah semakin kesini hasilnya semakin membaik 😀 … dan berikut resepnya aku copas dari blog mbak diah didi

bakpia edit

Bakpia Pathuk

Bahan2 kulit lapisan pertama :

  • Tepung terigu protein sedang 125 gram
  • Tepung terigu protein tinggi 65 gram
  • Gula pasir 2 sendok makan
  • Garam 1/2 sendok teh
  • Air kurang lebih 100 ml
  • Minyak sayur 200 ml ( kurang lebih 50 ml untuk adonan, sisanya untuk merendam )

Bahan lapisan kulit kedua :

  • Tepung terigu protein sedang 65 gram
  • Minyak sayur 25 ml
  • Margarin 1/2 sendok makan

Cara membuat  :

  1. Bahan lapisan ke 2 : campur semua bahan, aduk rata dan sisihkan.
  2. Bahan kulit lapisan pertama : Panaskan air, masukkan gula. Aduk hingga rata dan gula larut (dinginkan). Campur terigu dan garam. Tuangi air larutan gula lalu uleni hingga rata.
  3. Tuang minyak sayur , kira2 aja 50 ml, jika sudah kalis..tidak usah dihabiskan minyaknya,  uleni hingga adonan kalis.
  4. Ambil adonan seberat kurang lebih 15 gram atau sesuai selera. Tipiskan adonan, ambil sedikit adonan lapisan kedua. Ratakan pada permukaan adonan secara merata.
  5. Lipat seperti amplop lalu satukan ujung-ujungnya ( bulatkan ).
  6. Masukkan bulatan adonan dalam sisa minyak, diamkan selama 15 menit. (jangan kelebihan ya waktunya..nanti hasil kulitnya jadi terlalu renyah kalau kelamaan di rendam )
  7. Pipihkan adonan sampai agak tipis, isi dengan adonan isi. Betuk bulat pipih, panggang sampai matang, kurang lebih 10 menit , balik, panggang lagi sebentar sampai matang semua sisinya.

 

dan Resep kumbu kacang hijaunya aku memakai resep mbak diah yang ini tapi sebenarnya kalau membuat kumbu ini aku biasanya main kira-kira aja soalnya kalo masih bisa ditambah dan dikurangi alias diicipin biasanya aku kurang tertib masalah takaran…hehehe…kayaknya ini kebiasaan kurang baik ya teman-teman 😀

Bahan isi :

  • 250 gr kacang hijau kupas, rendam dalam air sekitar 10 jam, kukus sampai matang
  • 500 ml santan
  • 1/2 sdt garam
  • 100 gram gula pasir
  • 1 lembar daun pandan
  • 1 sdt vanili (optional)

Cara membuat

Isi :

Haluskan kacang hijau lalu masak bersama semua bahan isi sampai kalis (sebaiknya masaknya menggunakan teflon biar ndak mudah gosong), dan janga lupa koreksi rasa demi mendapat rasa yang pas.

 

demikian cerita tentang bakpianya semoga bermanfaat 🙂

 

====Rabu, 06082014 06:38 @ km 31,5====

Cara Bikang

Alhamdulillah akhirnya bisa juga bikin kue ini…rasanya seneng banget kayak dikasih uang buaanyak 😀 …ini adalah praktek yang kedua cara bikang yang pertama ceritanya setengah sukses 😀 makanya penasaran dan alhamdulillah cara bikang yang kedua ini rasanya gurih, empuk tapi agak gosong sedikit 😀 …huehehe…kayaknya harus dicoba lagi sampai ndak gosong 😀


cara-bikang-enakkkk

aku dapet Resep NCC ini dari mbak Veronica Dhani…terimakasih ya mbak…ijin share ya mbak…maturnuwun mbak vero

ini link blognya mbak vero ya teman2
http://catatandapurnyavero.blogspot.com/2014/03/carabikang-ncc.html

Berikut resepnya tapi aku cuma membuat setengah resep..

CARABIKANG

source : Ibu Fatma Bahalwan

Bahan :

  • 450 gr tepung beras (sy 225 gr)
  • 250 ml air (sy 125 ml)
  • 300 gr gula pasir (sy 125 gr)
  • 600 ml santan panas (sy 325 ml + 1/2 sdt garam + 3 lembar daun pandan)
  • 1 sdt garam (sy langsung dimasak bersamaan santan)


Cara membuat :

  1. Masak gula pasir dan air hingga gula larut, dinginkan.
  2. Taruh tepung beras dalam wadah, lalu tuangi air gula, aduk hingga rata ( menggunakan mixer speed rendah ) tuang santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk dan ditepuk-tepuk selama kurang lebih 30 menit ( dapat menggunakan mixer kecepatan sedang ) –> sy menggunakan whisker
  3. Ambil sedikit adonan dan bagi menjadi 2 beri pewarna sesuai selera.
  4. Panaskan cetakan carabikang. olesi dengan minyak sedikit saja. Tuang adonan putih hingga 3/4 penuh. Beri adonan warna masing-masing 1 sdt. Biarkan matang dan berlubang-lubang,
  5. angkat dengan cara mencukil dari bagian bawah sedemikian rupa sehingga carabikang mekar terbalik.


Catatan :
sebelum diangkat carabikang atasnya saya tambahin santan kental yang diberi sedikit garam, dioles-oles. Rasanya lebih gurih.

semoga bermanfaat 🙂

Rangin Gulung

Rangin ini makanan kesukaanku pas di malang…kok semua makanan kesukaan…berarti emang suka makan 😀 … udah gitu harganya murah lagi 😀 .. dulu beli seribu dan dapet sate tangkep yg isinya sekitar sepuluh rangin kecil…rasanya enak gurih dan manis…
dan kemarin pas mampir toko buku kok ada resep rangin ini jadi pengen beli deh bukunya…alhamdulillah bukunya ndak mahal 😀
Rangin Gulung

 

Rangin gulung…kenapa kok digulung karena belum punya cetakannya dan pakailah teflon dan digulung…tapi rasanya rangin beneran lho teman2

orang malang bilang kue ini rangin tapi di buku resep yang kubaca namanya bandros asin…ternyata bikinnya mudah lho cuma diaduk dan di panggang selesai deh…coba yukss…berikut resepnya :

Sumber : Resep jajanan pasar paling laris
Penulis : Afin Murtie dan Asri Andarini

Bahan :
– 50 gram tepung beras
– 100 gram tepung terigu
– 150 gram kelapa muda parut kasar
– 300 ml santan
– 200 ml air (sy 500 ml santan ndak pake air)
– 1 sdt garam
– 1 sdm gula pasir (tambahan dari saya)

Cara membuat :
– campurkan tepung terigu, tepung beras, garam, dan gula, aduk sampai rata
– tambahkan kelapa parut
– masukkan santan sedikit demi sedikit jika adonan dirasa sudah pas hentikan penambahan santan
– aduk sampai rata
– panaskan cetakan
– tuang adonan ke dalam cetakan dan tutup cetakan
– panggang sampai kulitnya kering
– angkat dan taburi gula halus bila suka
– rangin siap disajikan

 

demikian teman-teman resepnya semoga bermanfaat 🙂