Bakso Percobaan tiada henti :D

bakso-home-made_upload

hidup ini adalah menikmati detik demi detik berjalan yang tanpa henti dan berjalan tanpa kompromi…dan kita tidak pernah tau kapan detik ini berhenti menghampiri kita…

esok pagi…apakah mentari masih menghampiri…
siang…apakah bisa menikmati cerahnya hari…
sore hari…apakah senja masih menampakkan diri…
ahhhh…benar-benar semua hanya Allah yang tau…
lalu apakah masih pantas hari-hari dilalui tanpa arah…
lalu apakah masih pantas menunda-nunda kebaikan…
lalu apakah masih pantas berlaku sombong…

ya Allah sungguh semua berjalan atas kehendak-Mu…maka bimbinglah kami di jalan-Mu…aamiin…

dan sekarang mulai cerita resep ya…hehehe

alhamdulillah pas idul adha kemarin dapet daging sapi, jadi dimanfaatkan untuk bikin bakso, sudah bebrapa kali bikin bakso tapi rasanya masih kurang puas…hehehe

tapi alhamdulillah semakin mencoba lumayan sedikit demi sedikit mendapat pencerahan πŸ˜€ , setelah membuat bakso beberapa kali mencoba, ternyata membuat bakso itu kuncinya gilingnya haru benar-benar sudah halus, kalo ndak jadinya bukan bakso tapi bola-bola daging…itu saya membuat bakso jadinya bola-bola daging πŸ˜€

dan akhirnya manteb mencoba resep mbak ricke , melihat foto bakso mbak ricke benar-benar bikin ngiler dan penjelasannya mbak ricke yang lengkap mengenai tips-tips membuat bakso jadi pengen nyoba…hehehe…terimakasih mbak ricke sharingnya πŸ˜‰

bakso-home-made1_upload

dan setelah dicoba resep mbak ricke memang mantap, sy sudah dua kali pake resep mbak ricke, dan alhamdulillah hasilnya sudah cukup kenyal. Seperti di blog mbak ricke pemilihan daging juga termasuk unsur yang penting dalam membuat bakso kenyal, pilih daging merah yang tanpa lemak, kalopun ada lemaknya sebisa mungkin dibersihkan karena apabila ada lemak daging agak susah untuk dihaluskan, apalagi saya menghaluskannya pake chopper jadi harus sabar dan harus diulang-ulang proses menghaluskan dagingnya supaya benar-benar halus.

malah ada sedikit cerita dalam pembuatan bakso yang dipotret ini, karena saking pengen halusnya saya ulang ulang dan pas nyampur tepung saya campur di baskom, sedangkan di instruksi resep pencampurannya menggunakan food processor/chopper, dan apa yang terjadi setelah saya campur di baskom dan saya masukkan ke chopper…langsung choppernya macet πŸ˜€ …duhhh langsung jadi galau πŸ˜€ …dan alhamdulillah tiba-tiba ayah kembar ada ide adonan bakso dan tepung di campur pake mikser….ahaaa…alhamdulillah akhirnya adonan bakso dan tepung tercampur rata πŸ˜€ dan sepertinya tips ini bisa saya pake di lain hari πŸ˜€ insya Allah…

dan hasil pada percobaan kali ini lumayan kenyal tapi masih kurang kenyal menurut saya, sepertinya hal ini dipengaruhi daging yang saya gunakan masih ada bagian lemaknya…karena kecil-kecil bagian lemaknya jadi susah untuk dibersihkan jadi choppernya bekerja kurang maksimal, tapi alhamdulillah bukankah setiap proses adalah pelajaran πŸ˜€

bakso-home-made3_upload

dan berikut resepnya saya copas dari resep mbak ricke dan saya ubah sedikit-sedikit….

Bakso

Bahan:
500 gram daging sapi tanpa lemak
150 gram es batu, hancurkan (bisa juga menggunakan air es super dingin)
50 ml putih telur
3 siung bawang putih, iris tipis, digoreng
3-5 siung bawang putih, haluskan
2,5 sdt garam
1/2 sdt merica
1/2 sdt gula pasir
1/2 sdt soda kue (bisa juga baking powder)
125 gram tepung sagu tani/tapioka (ukuran tepung terkadang berbeda-beda sesuai selera masing-masing saja)

Air dalam panci untuk merebus bakso.

Cara membuat:
1. Potong-potong daging agar lebih mudah dihaluskan. Masukkan dalam blender daging atau food processor (FP) beri setengah bagian es batu. Giling hingga halus. Masukkan putih telur, bawang putih goreng, bawang putih halus, garam dan sisa es batu. Giling lagi hingga benar-benar halus.
2. Masukkan tepung sagu tani/tapioka dan soda kue (atau baking powder), giling lagi hingga menjadi adonan pasta yang lembut dan mulus. dan koreksi rasa apabila dirasa kurang asin bisa ditambah sedikit garam dan dicampur sampe rata.
3. Didihkan air dalam panci untuk merebus. Setelah mendidih, matikan api (atau pakai api yang kecil sekali agar air jangan bergolak mendidih cukup hanya panas saja).
4. Ambil segenggam adonan bakso kemudian kepalkan tangan dan tekan jemari hingga adonan menyembul keluar dari sela ibu jari dan telunjuk, celupkan sendok ke air dingin (tujuannya agar sendok tidak lengket ke adonan) kemudian angkat bulatan adonan dengan sendok dan masukkan ke dalam air panas dalam panci. Bisa juga dibulatkan dengan bantuan 2 buah sendok teh. Lakukan hingga adonan habis. Biarkan bakso sampai mengambang, kemudian nyalakan/besarkan sedikit apinya dan masak kembali dengan air mendidih kecil selama 5 menit agar bakso matang sempurna.

bakso-home-made2_upload

Iklan

Rawon

karena memang asli jawa timur jadi lidahnya pasti jawa timur…hihihi…alhamdulillah sudah 4 tahun jadi orang Gunungkidul, dan karena ini di Gunungkidul maka tentunya akan lebih mudah menemui gudeg atau sayur lombok hijau daripada rawon…hihihi…maka itulah kalo disini dan pengen cepet makan rawon harus bikin sendiri daripada keburu ngiler πŸ˜€

Rawon

sudah beberapa kali bikin rawon tapi belum pernah menggunakan cabai merah untuk bumbu halusnya, nah kemarin pas buka-buka resep Ibu Sisca Soewitomo rawonnya menggunakan cabai merah jadi pengen nyoba karena si kembar sudah mulai besar dan berani makan pedes meski sedikit-sedikit, dan setelah dicoba…alhamdulillah rawon memang jadi lebih enak…aroma kluwek yang biasanya agak terasa karena mungkin karena tambahan cabai merah ini jadi agak berkurang dan rasanya pun tidak pedas sama sekali karena memang cabai merahnya tidak banyak cuma 3 buah…hehehe…dan lagi biasanya aku malas merendam kluwek di air hangat kemarin coba tak rendam…dan ternyata setelah gugling kluwek mengandung racun jadi kalo mau diolah di rebus dulu atau direndam air panas selain mengandung racun kluwek juga mempunyai beberapa manfaat lho…dan aku baru tau…hihihi…untuk lebih lengkapnya tentang kluwek disini ya πŸ™‚

alhamdulillah rawonnya enak tapi sayang dagingnya kurang jadi dagingnya seperti berenang di samudra luas πŸ˜€ …kan daging mahal jadi kita harus hemat ya πŸ˜€ …ini sok2an jadi bijaksana πŸ˜€ …biasanya sepertinya beli daging seperempat sudah banyak kalo buat rawon ndak tau kenapa kemarin setelah daging direbus kok jadi mungsret πŸ˜€ …sepertinya harusnya bikinnya setengah kilo biar dagingnya sebanding dengan kuahnya πŸ˜€

dan berikut resepnya :

Bahan :

  • 1/2 kg daging –> kemarin pake 1/4 kurang πŸ˜€
  • 2 liter air
  • 2 batang serai
  • 4 lembar daun jeruk
  • 2 cm laos

Bumbu halus :

  • 10 siung bawang merah
  • 7 siung bawang putih
  • 5 buah kluwek (rendam air hangat 10 menit)
  • 3 buah cabe merah
  • 3 cm kunyit
  • 3 cm jahe
  • 1 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt jinten
  • 1 sdt gula jawa

Pelengkap :

  • kentang goreng
  • kecambah kecil
  • sambal
  • telur asin (tapi aku pas ndak punya πŸ˜€ )
  • bawang merah goreng
  • 1 batang daun bawang rajang halus

Cara memasak :

  1. rebus air hingga mendidih, masukkan daging, setelah kaldu daging keluar yang ditandai aromanya yang harum, keluarkan daging dan potong dadu ukuran 1,5 cm dan masukkan kembali ke air kaldu.
  2. tumis bumbu halus hingga harum
  3. kemudian masukkan bumbu yang sudah ditumis, laos, serai, dan daun jeruk ke air kaldu yang mendidih dan biarkan bumbu meresap dan daging menjadi empuk.
  4. koreksi rasa jika sudah pas, sebelum diangkat masukkan daun bawang dan bawang goreng tunggu sebentar lalu matikan kompor.

oke teman selamat mencoba πŸ˜‰

Rendang

ini adalah rendang keduaku, rendang pertama berakhir dengan gosong dan dagingnya jadi puing-puing daging…maksudnya tidak ada yg utuh soalnya kalo motong kurang besar πŸ˜€ …dan setelah lama memendam rasa alhamdulillah kesampaian juga bikin rendang lagi…hihihi…

Rendang kedua ini lumayan lah untuk pemula…secara rasa dan tekstur sudah mirip sama rendang meski bumbunya kemarin agak diubah-ubah dikit menyesuaikan bahan yang ada πŸ˜€ …tapi sayang kurang sedikit pedas soalnya sengaja ndak dikasih cabe rawit karena aku habis batuk pilek dan ayah kembar juga habis flu jadi nyari yang aman-aman aja, malah katanya ayah kembar agak cenderung manis soalnya memang tak kasih gula jawa sidikit, jadi bisa dibilang rendang jawa πŸ˜€ …meski rendang jawa aku bisa nambah lagi dan nambah lagi apa memang karena aku suka makan ya πŸ˜€

dan berikut Resep Rendang ala keluarga nawa yang sedikit manis πŸ˜€

Bahan :

  • 750 gram daging potong-potong setebal 1,5 cm berlawanan dengan serat daging
  • 2 liter santan ( 1 liter santan kental + 1 liter santan agak kental) dari 2,5 butir kelapa
  • 2 batang serai
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 4 biji asam jawa
  • 2 cm lengkuas
  • minyak goreng secukupnya untuk menumis

Bumbu halus :

  • 250 gram cabe merah
  • 15 siung bawah merah
  • 10 siung bawang putih
  • 3 cm jahe
  • 3 cm kunyit
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1/2 sdm gula jawa

Cara Memasak :

  1. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan serai, salam, laos, daun jeruk dan asam.
  2. Kemudian masukkan daging tumis sebentar.
  3. Masukkan santan agak kental masak hingga santan agak berkurang.
  4. Masukkan santan kental masak hingga santan mengental dan rendang berwarna kecoklatan (sekitar 3 jam).
  5. Koreksi rasa dan rendang siap dihidangkan.

demikian resepnya teman-teman semoga kapan-kapan bisa bikin rendang lagi dan lebih pedes biar berasa Rendang beneran πŸ˜€ .

====Senin, 17112014 07:53 @ km 31,5====

Tongseng Kambing Part I

Tongseng Kambing adalah makanan khas Solo, meskipun demikian kita bisa dengan mudah menjumpai masakan ini di daerah Gunungkidul dan sekitarnya. Dulu pas aku masih di Malang dan si mas di Gunungkidul biasanya suka cerita tentang makanan ini jadi penasaran dengan tongseng, ditambah nyari di Malang belum ketemu yang seperti diceritain, penasarannya jadi bertambah menjadi penasaran banget πŸ˜€

Ternyata setalah makan rasanya enakkkk sekaliii :D…hehehe…agak lebay ya…hehehe, tapi beneran rasanya enak lho, hampir sama seperti Krengsengan Sapi tapi tentunya dengan aroma kambing yang khas dengan perpaduan rasa gurih, manis dan pedas…ditambah nasi hangat ….hmmm…jadi pengen tambah terus :D…tapi bagi yang kurang suka dengan rasa pedas kita bisa tidak memakai cabe…dan rasanya pun tetap enak.

Image

Kemudian kenapa namanya Part I, iya karena cara memasak tongseng ini yang kutahu ada 2 cara…ini yang kutahu lho….mungkin ada banyak cara sebenarnya akunya saja yang belum tahu :D, dan karena cara masak yang berbeda maka tampilan dan rasanya pun sedikit ada perbedaan tapi percayalah dua-duanya enak lho…hehehe

Cara yang pertama kita memasak menggunakan kuah Gulai Kambing dan cara ini sangat mudah, kemudian cara kedua masak dari awal menggunakan bumbu-bumbu tongseng seperti kita masak seperti biasa. Dan yang kumasak sekarang adalah cara pertama, jadi ceritanya kan kemarin hari Raya Idul Adha dapet daging kambing dan sapi, nah jadi deh daging kambing pada hari Raya 2 hari atau keesokan harinya setelah Sholat Ied kumasak menjadi Gulai Kambing, tapi sayang resep Gulai Kambing belum bisa di posting karena pas itu belum dapat foto yang cantik…weqeqeq πŸ˜€

dan ternyata malam harinya kuah gulai ini masih banyak…alhamdulillah…jadi bisa untuk masak tongseng keesokan harinya…hehehe, oke teman-teman berikut resepnya :

Bahan :

  • 250 gram daging kambing, potong dengan ukuran 1X1
  • 5 siung bawang merah, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 5 buah cabe rawit, iris tipis
  • Kuah gulai kambing
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 2 sdm kecap
  • 1 sdt gula pasir
  • 2 sdm minyak

Cara membuat :

  1. Tumis bawang merah, bawang putih dan cabe hingga harum, kemudian masukkan kuah gulai kambing;
  2. Tunggu hingga mendidih kemudian masukkan daging kambing;
  3. Tambahkan kecap, merica, garam dan gula pasir;
  4. Masak hingga daging empuk dan jangan lupa dicicipi untuk mendapat rasa yang pas;
  5. Tongseng Kambing siap dihidangkan.

Oiya tips untuk membuat daging kambing ini supaya tidak berbau prengus adalah kita harus menghindarkan pertemuan daging kambing dengan air seminimal mungkin, kalo perlu jangan sampai ketemu, dan ketika memasukkan ke dalam air atau kuah, usahakan kuahnya mendidih terlebih dahulu…bukan berarti ndak di cuci lho :D…

jadi nyucinya ada dua cara, yang pertama dengan cara daging kambing dimasukkan ke dalam air mendidih kemudian buang airnya baru dimasak dan cara yang kedua biarkan kuah mendidih baru kita cuci daging kambing sampai bersih dan setelah itu langsung dimasukin ke dalam kuah sehingga daging kambing tidak terlalu lama kontak dengan air…dan aku masih mencoba cara yang kedua πŸ˜€

oke teman-teman sekian cerita dari kami…semoga bermanfaat… πŸ™‚ …dan semoga akan ada postinganΒ Tongseng Kambing Part II :D…aamiin…

====Sabtu,26102013 06:17 @km 31,5====