Lombok I’m Coming :D

pohon senggigi_upload

“ternyata Senggigi tidak mau kutinggalkan begitu saja”

itulah perkataan sesaat setelah saya menutup pintu mobil setelah puas menikmati senggigi, dan suara tertawa kami meledak setelah itu 😀

Apapun itu, saya sangat mensyukuri kehidupan yang telah diberikan kepada saya, dan saya yakin begitu juga dengan teman-teman, karena hidup kita adalah kado terindah dari Allah untuk kita, untuk kita nikmati dan semoga kita  bisa berbuat banyak untuk kehidupan ini…aamiin 🙂

Alhamdulillah sekitar sebulan yang lalu (maap ceritanya telat postingnya 😀 ) saya dan teman-teman bisa pergi ke Lombok karena tugas, mungkin bagi banyak orang pergi ke lombok atau pulau-pulau indah lainnya sudah biasa, tapi tidak dengan saya yang orang rumahan ini , iya setiap hari rute saya adalah rumah ke kantor, kantor ke rumah, rumah ke pasar atau pasar ke rumah 😀 , jadi menurut saya ini adalah kado dari Allah untuk saya, karena keindahan Lombok yang sudah sangat terkenal membuat saya penasaran, dan ternyata Allah mewujudkan keinginan saya, Alhamdulillah segala puji bagi Allah, dan terimakasih buat teman-teman tim saya karena telah mewujudkan impian saya untuk menikmati lezatnya ayam taliwang dan melihat indahnya senja di Senggigi 🙂

sunset senggigi_upload senggigi3_upload

Kami pergi ke Lombok 3 hari, dengan Rute keberangkatan Jogja-Denpasar dan Denpasar-Lombok, pada rute  keberangkatan pesawat kami transit 5 jam di Denpasar, maka itu kami mengisi waktu untuk jalan-jalan ke pantai kuta dan makan siang disana, iya sekali lagi saya mendapat bonus menikmati suasana Bali walau sebentar saja. Setelah itu kami kembali ke bandara untuk melanjutkan penerbangan kami menuju Lombok, setelah menempuh waktu penerbangan sekitar 40 menitan akhirnya sampailah kami ke Lombok. Sore itu kami disambut Lombok dengan suasananya yang cerah, langit sore dengan udara yang sejuk, jalan-jalan diramaikan orang menikmati sore yang sepertinya tidak ingin melewatkan senja begitu saja. Tidak heran bila pulau Lombok dijuluki dengan kota seribu masjid karena memang begitu banyak masjid disana. Saya yang masih pertama kali menginjakkan kaki ke Lombok benar-benar sangat menikmati sore itu, udaranya, suasananya dan pancaran sinar matahari senja kala itu sungguh sangat indah. Sinar matahari senja yang hendak menghilang bersembunyi di balik kubah masjid, ahhh, benar-benar indah sore itu, alhamdulillah 🙂

ngurah rai_upload lombok barat square_upload

Selama tiga hari tugas kami disana, alhamdulillah hari kedua setelah seharian tim kami menyelesaikan tugas, sore harinya kami mempunyai kesempatan sedikit menikmati kuliner Lombok yang sangat melegenda, iya alhamdulilah kami sempat menikmati ayam taliwang dan plecing kangkung. Akhir-akhir ini saya sangat senang menikmati kuliner-kuliner baru yang belum pernah saya rasakan, menikmati rasa baru, menikmati citarasa baru, menikmati citarasa nusantara yang mempunyai ciri khas yang berbeda adalah sangat menyenangkan, sungguh indonesia kaya akan kuliner yang sangat mengagumkan. Ayam taliwang yang dihidangkan dengan cara dibakar dan dengan dibalut bumbu yang pedas, sungguh membuat kami ingin segera menghabiskan nasi sambil berkeringat dan satu ekor ayampun telah kami tuntaskan 😀 . Menikmati taliwang tak lengkap rasanya tanpa ditemani plecing kangkung. Kangkung Lombok yang sangat terkenal dengan ciri khas renyahnya memang terbukti benar pada plecing kangkung yang kami rasakan, rasanya renyah ditambah sambal terasi, kacang goreng dan bumbu kelapa sungguh semakin menambah citarasanya, dan akhirnya kami benar-benar puas dengan kuliner kami pada hari itu, alhamdulillah, terimakasih Lombok.

mataram_upload

Selesai menikmati kuliner Lombok kami menyempatkan diri menikmati senja di Pantai Senggigi, berusaha berkejar-kejaran dengan matahari yang hampir tenggelam 😀 , dan akhirnya kamipun sampai di Senggigi dengan waktu yang pas, matahari sudah diujung pantai dan hendak pergi, sedikit mendung tapi suasana sore itu tetap indah, matahari yang kami incar malu-malu bersembunyi dibalik awan, dan akhirnya tenggelam. Selesai mengambil momen senja itu kamipun masuk ke mobil dan menyisiri Pantai Senggigi dan saya pun berucap “see you next time Senggigi”, dan seketika saya melihat tempat yang bagus untuk menikmati Senggigi dan saya pun langsung dengan spontan mengucapkan “Pak itu bagus sekali berhenti disini boleh pak”, dan kami pun turun lagi dari mobil dan menikmati senggigi disisi lainnya dan ternyata akhirnya semuanya yang ada di mobil turun ke pantai….horeeee 😀

dan setelah puas menikmati suasana senja di Senggigi kami pun bersiap untuk pulang dan sambil menutup pintu mobil saya berucap “ternyata Senggigi tidak mau kutinggalkan begitu saja” 😀

sunset senggigi2_upload sunset senggigi1_upload

sudah dua hari menikmati Lombok dan sampailah kami di hari ketiga atau hari terakhir, setelah tugas kami selesai, di sore hari kami pun langsung meluncur ke bandara, dan akhirnya perlahan kami mulai meninggalkan Lombok.

alhamdulillah saya senang sekali bisa menikmati suasana di Lombok, menikmati sore hari yang indah, melihat senja ditemani deburan ombak senggigi, serta menghirup udara segar sambil melihat sawah ditemani alunan syahdu suara adzan terdengar dari masjid. Selain itu saya sempat melihat anak-anak tertawa gembira bermain air di sawah, dan sempat melihat anak balita menangkap ayam sambil tersenyum gembira…ahhh benar-benar suasana yang sangat menyenangkan…melihat mereka tersenyum…hadir dan menikmati udara sambil menemukan kebahagiaan disana maka saya pun sangat bahagia…alhamdulillah nikmat-Mu sangatlah banyak 🙂 …see u next time Lombok….insya Allah 🙂

lombok barat_upload bandara lombok goodbye_upload bandara lombok pulang_upload

Maen ke Gunungkidul Yuks…

gunungkidul_upload

Alhamdulillah sudah 4 tahun tinggal di Gunungkidul dan sekarang saya akan mengajak teman-teman untuk sedikit jalan-jalan dan mengenal Kabupaten Gunungkidul…iya sih saya baru mengenalnya tapi tak ada salahnya kan kalau saya mengenalkan Daerah sekarang yang saya tinggali ke teman-teman semua…yuks siap-siap yuk jalan-jalan sehari di Gunungkidul….

Tak kenal maka tak sayang jadi saya kenal kan dulu sekilas tentang Gunungkidul ya…

Gunungkidul adalah salah Kabupaten yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibukotanya Wonosari. Kota Wonosari terletak di sebelah tenggara Kota Yogyakarta, dengan jarak + 39 km.

Batas Wilayah Gunungkidul :
Sebelah Barat : Kabupaten Bantul dan Sleman (Propinsi DIY)
Sebelah Utara : Kabupaten Klaten dan Sukoharjo (Propinsi Jawa Tengah)
Sebelah Timur : Kabupaten Wonogiri (Propinsi Jawa Tengah)
Sebelah Selatan : Samudra Hindia
( Sumber : http://gunungkidulkab.go.id)

Kesan pertama tinggal di daerah ini adalah orangnya ramah, disini masih berlaku Sapa Senyum Salam kepada semua orang ketika kita berpapasan dengan orang lain…dan ketika saya baru datang disini sempat bingung juga karena saya terbiasa menyapa dengan orang yang saya kenal saja 😀 dan hal yang lain berkesan adalah penduduk Gunungkidul orangnya pekerja keras meskipun usianya sudah lanjut atau sudah mbah-mbah tetap saja mereka rajin ke ladang dan biasanya mereka masih mencari rumput untuk ternaknya…Subhanallah mungkin saya pun belum tentu bisa melakukannya…semoga kerja keras mereka mendapat balasan dari Allah SWT…aamiin…dan mungkin karena hal itu juga, karena mereka rajin ke ladang dan sering beraktifitas sehingga di Gunungkidul masih banyak orang yang sudah lanjut usia tapi tetap sehat, usia si mbah-mbah bisa mencapai umur seratusan tahun bahkan ada yang lebih…Subhanallah…

Sekarang kita membahas makanan khas Gunungkidul, sebenarnya kalo membicarakan makanan khas Gunungkidul banyak sekali ya tapi disini saya akan menceritakan beberapa saja ya teman…disini saya akan menceritakan tentang sambal bawang, sambal bawang adalah sambal terbuat dari cabe, bawang putih dan sedikit garam…teman-teman mau tau rasanya seperti apa…rasanya maknyos pedesnya dan hal itulah yang membuat nasi cepet habis 😀 dan karena bahannya gampang coba sekarang yuks insya Allah di dapur kita ada bahannya 😉 …mungkin banyak sambal bawang di daerah laen atau sambel serupa tapi yang membuat sambal bawang disini beda adalah kebiasaan orang-orang Gunungkidul untuk makan bersama tetangga dengan menu sambal bawang ini, sehingga istilah “Nyambel Bawang” adalah idetik dengan makan bersama…untuk makan bersama menunya tidak harus banyak tapi yang terpenting adalah sambal bawang…biasanya mereka makan di depan rumah bersama tetangga dan setiap keluarga membawa makananannya sendiri dan dimakan bersama-sama…bagaimana teman…menyenangkan bukannn…

sambel bawang

Makanan khas yang lain adalah Sayur Lombok Ijo…makanan ini hampir selalu ada di setiap acara-acara atau di warung-warung masakan jawa di Gunungkidul, jadi kalo pas makan di Gunungkidul jangan lupakan sayur ini ya teman…rasanya enak gurih dan sedikit pedas meskipun banyak cabenya rasanya ndak terlalu pedes kok tapi ada juga yang pedes sekali ya sesuai selera yang masak juga sih…tapi bener deh yang ini juga bikin tambah nasi 😀 dan jika berminat resepnya disini ya teman 🙂

Sayur Lombok Ijo

Setelah kenal sedikit tentang Gunungkidul sekarang waktunya kita jalan-jalan menikmati daerah ini…

Ayam Bakar Mbak Lies

Ayam Bakar Mbak Lies

Yang pertama saya akan mengajak teman-teman menikmati kuliner Gunungkidul…lebih tepat ini adalah kuliner favorit saya di sini 😀 …saya akan mengajak teman-teman menikmati “Ayam Goreng dan Bakar Mbak Lies”, seperti namanya di sini menunya hanya terbatas ayam goreng dan ayam bakar dan minuman ringan, tempatnya sederhana, bangunannya adalah rumah joglo yang disulap jadi rumah makan, tapiiii soal rasa jangan tanya deh…hmmm…juaraaa…ayamnya empuk dan gurih…oiya ciri khas lain dari ayam ini adalah rasanya agak manis atau yang disebut ayam goreng bacem atau ayam goreng manis, memang disini di Gunungkidul atau di sekitar Yogyakarta ayam gorengnya rata-rata dimasak bacem begini…tapi beneran ayam Mbak Lies ini benar-benar enakkk…empukk dan gurih dan harganya standar, dan ayam yang digunakan ayam kampung lho teman-teman…rumah makannya memang terlihat tidak terlalu ramai tapi disini lebih sering menerima pesenan nasi kotak…tuhhh lihat saja banyak tumpukan kardus nasi disini…untuk nasi satu paket (ayam + nasi + sambal + lalapan + minum) harganya 21 ribu untuk ayam goreng dan 22 ribu untuk ayam bakar, tapi kalo nasi kotak 16 ribu untuk ayak goreng dan 17 ribu untuk ayam bakar…gimana murah kannn…jadi kalo maen ke Gunungkidul dan belum bawa bekal sepertinya Ayam Mbak Lies ini bisa jadi pilihan…gimana teman pengen segera ngincip ayam ini kan…ini alamatnya Ayam Mbak Lies Jl.Veteran No. 49 Wonosari nomor HP 087839331925…

Ayam Goreng Mbak Lies

Ayam Goreng Mbak Lies

Suasana di Rumah Makan Mbak Lies

Suasana di Rumah Makan Mbak Lies

Habis makan kenyang sekarang waktunya kita jalan-jalan ya…

Selanjutnya saya akan mengajak teman-teman jalan-jalan ke pantai karena di Gunungkidul ini banyak pantai yang indah yang patut dikunjungi…so lets go…namun sebelum jalan-jalan saya kasih info tentang akses jalannya ya…untuk menuju Pantai di Gunungkidul dari Yogyakarta maka kita akan melewati jalan Jogja-Wonosari…dan pengen tahun jalannya seperti berikut fotonya…jalannya lebar dan mulus kannnn…

jalan jogja wonosari upload

Jalan Jogja Wonosari

Setelah di jalur Jogja Wonosari, untuk menuju kawasan pantai sendiri ada dua jalur yang bisa kita pilih yang pertama kita lewat Wonosari dan Jalur yang ke dua kita bisa lewat Kecamatan Playen dan saya lebih menyarankan lewat yang Jalur Playen karena jalannya lebih lebar dan tidak terlalu berkelak kelok sehingga aman bagi orang yang mabuk kendaraan seperti saya 😀 , dan berikut foto jalur yang lewat Playen…foto ini diambil sekitar 5 km sebelum kawasan pantai…lebarr kannn…memang di dekat lokasi pantainya tidak selebar ini tapi insya Allah aksesnya mudah hingga ke pantai…

jalan pantai_upload

Jalan Menuju Kawasan Pantai

Oiya ngomong-ngomong ada yang pengen tahu ndak saya ke pantainya naek apa…sepertinya ndak ada yang pengen tahu ya 😀 …jadi ceritanya kita berempat (saya, ayah kembar dan si kembar) naek motor…iya kan memang punyanya motor jadi harus disyukuri bukan 😀 …Alhamdulillah sudah punya motor 🙂 …dan pas lewat di Jalur Playen ini tiba-tiba ada mobil lewat wuzzzz….keren banget nie mobil dan ternyata setelah dilihat itu mobil namanya Toyota Agya…warnanya putih dan kerenn bingitts dan langsung deh meluncur ke websitenya dan seperti inilah fotonya…kerennn kan…dan katanya mobil ini irit bahan bakar lagi…sepertinya mobil ini cocok untuk keluarga kecil bahagia seperti kami…ngareppp 😀

Toyota Agya

Toyota Agya

Oke teman tentang mimpi saya sepertinya harus dibahas dengan suami ya 😀 …dan kita lanjutkan jalan-jalannya…

Pantai pertama yang akan kita kunjungi adalah pantai pulang sawal atau dikenal juga dengan nama Pantai Indrayanti…Gunungkidul memiliki beberapa pantai sekitar 10 pantai dan yang paling terkenal adalah Pantai Pulang Sawal ini terlihat dari pengunjungnya yang banyak dibandingkan pantai yang lain…

Pantai Pulang Sawal a.k.a. Pantai Indrayanti

Pantai Pulang Sawal a.k.a. Pantai Indrayanti

Oiya tadi lupa ngasih info ya…bahwa untuk masuk ke pantai d Gunungkidul kita kena biaya sepuluh ribu per orang untuk memasuki 8 pantai di Gunungkidul diantaranya pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulang Sawal dan Poktunggal…gimana murah bukan…cukup sepuluh ribu dan kita bisa maen sepuasnya di beberapa pantai…

Dan sekarang kita lanjut ceritanya tentang pantai pulang sawal, pantai ini lumayan panjang dibandingkan pantai yang lain tapi diantaranya terdapat bukit dan dilanjut pantai lagi…di pantai ini ada yang bagian sepi ada yang ramai penunjung…karena di Gunungkdul adalah Laut Selatan sehingga rata-rata pantai mempunyai ombak agak besar dan bibir pantainya tidak terlalu panjang sehingga kita harus hati-hati apalagi yang membawa anak kecil maka mendingan main pasirnya yang agak minggir aja biar aman buat si kecil…untuk anak remaja banyak juga yang main di pinggir pantai tapi tetap kita harus hati-hati ya teman 🙂

Pantai Pulang Sawal a.k.a. Pantai Indrayanti

Pantai Pulang Sawal a.k.a. Pantai Indrayanti

di pantai ini sudah dikelola dengan baik sehingga pantai nampak bersih dan pantai ini lebih dikenal dengan nama Pantai Indrayanti karena disana terdapat restoran Pantai bernama Indrayanti dan di pantai ini juga sudah banyak yang berjualan makanan di pinggir pantain bahka suvenir khas pantai ini sudah banyak bermunculan.

Si kembar maen di Pantai Pulang Sawal

Si kembar maen di Pantai Pulang Sawal

 

Setelah ke Pantai Pulang Sawal sekarang kita jalan ke Pantai Drini yuks…

Nah di pantai Drini pengunjungnya tidak sebanyak pantai Pulang Sawal dan pantainya tidak sepanjang di Pulang Sawal juga tapi disini ada bagian pantai yang memiliki ombak yang tenang bisa dibilang ombaknya kecil sekali karena ada bagian pantai yang terhalang tebing jadi bukan pantai yang lepas…jadi yang di bagian ini aman untuk bermain dengan anak-anak dan ada juga bagian pantai yang ombaknya besar…kita tinggal pilih mau maen dimana…dan enaknya lagi di pinggir pantai banyak gazebo yang disediakan oleh warung-warug yang menjual makanan dan minuman ringan jadi kita bisa menikmati pantai dengan ditemani es degan atau segelas pop mie…gimana enakkk bukan…serasa punya pantai sendiri gitu….asikkk deh pokoknya…

Pantai Drini yang mempunyai ombak tenang

Pantai Drini (salah satu sudut yang mempunyai ombak tenang)

Pantai Drini (Sudut yang memiliki ombak yang agak besar)

Pantai Drini (Sudut yang memiliki ombak yang agak besar)

Gazebo di pinggir Pantai Drini

Gazebo di pinggir Pantai Drini

drini square_1_upload

Pantai Drini

Sementara dua dulu ya teman pantai yang kita kunjungi mudah-mudahan lain kesempatan bisa cerita pantai yang lain ya…aamiin…

Habis dari pantai sekarang kita makan lagi yuks pasti sudah lapar 😀
Setelah main air di pantai pasti pengen yang hangat-hangat ya…dan saya akan mengajak teman-teman menikmati kuliner Gunungkidul yang begitu mendunia 😀 …yak…betul…Bakmi Jawa…ada yang belum kenal bakmi jawa…bakmi jawa adalah bakmi yang dimasak dengan kaldu ayam dan dilengkapi sayuran seperti kol, tomat, suwiran ayam…dan pasti pake ayam kampung dong, pake kaldu dan daging ayam kampung…hmmm…enakkk…

bakmi jawa_upload

Bakmi Jawa

Penjual Bakmi jawa banyak sekali ditemui di Gunungkidul hampir di sepanjang jalan di kanan kiri ada dan jaraknya ndak terlalu jauh…ciri khas dari Penjual Bakmi Jawa adalah rombong dengan gantungan ayam kampung…jadi kalo di pinggir jalan ada rombong yang menggantung ayam bisa dipastikan Bami Jawa dijual disana…dan rata-rata mereka mulai berjualan mulai magrib sampai malam…dan karena memang disini banyak yang jualan jadi rasanya pun hampir sama menurut saya dan bisa dibilang rata-rata enak…jadi jangan ragu untuk mampir ke warung bakmi jawa ya teman 😉 dan bagi yang berminat resepnya disini ya teman :)…oiya lupa harga bakmi jawa rata-rata sekitar 10 ribu rupiah…murahhh kannn..hangattt dan enakkk 😉

Jalan-jalan sudah…makan juga sudah…sekarang kita beli oleh-oleh yuks..

Untuk membeli oleh-oleh di Gunungkidul tidak usah bingung sekarang banyak Toko Oleh-oleh bermunculan di Daerah Gunungkidul, mereka menyediakan makanan khas disini seperti Belalang Goreng, Gatot, Tiwul, Geplak, Bakpia dan masih banyak makanan lainnya…jadi jangan bingung bawa oleh-oleh apa dari sini karena kita bisa menemukannya hampir di sepanjang jalan Jogja Wonosari…sipp kannn 😉

Salah satu toko oleh-oleh di Jalan Jogja Wonosari

Salah satu toko oleh-oleh di Jalan Jogja Wonosari

Hmmmm…tak terasa kita sudah jalan-jalan seharian…jalan-jalan lewat cerita 😀 …oke teman mudah-mudahan ceritanya bermanfaat ya…bisa jadi gambaran kalo mau maen ke Gunungkidul yang pasti kuliner yang saya sebutkan tadi sayang untuk dilewatkan…tapi Gunungkidul bukan hanya yang saya ceritakan di atas tentunya…karena tidak mungkin satu Daerah saya rangkum dalam satu halaman…masih banyak cerita keindahan Gunungkidul…so teman…datang dan buktikan keindahannya 😉