Nutrisari W’dank Bajigur dan Petulo

Indonesia kaya akan budaya termasuk kulinernya semakin membaca buku resep semakin tidak tahu…hihihi…lha iya ternyata setiap daerah punya makanan khas sendiri…dan sepertinya saya telat banget ngerti 😀

Dalam cerita kali ini pun saya akan menceritakan dua makanan yang berasal dari dua daerah yang berbeda yaitu bajigur dan petulo…

bajigur_6

Bajigur…minuman ini asli jawa barat dan saya baru mengenalnya…hihihi…karena ada Nutrisari W’dank Bajigur dan karena saya pengen mencobanya jadi mencoba yang instan dulu karena yang pasti lebih praktis…hihihi…dan ternyata rasa Nutrisari W’dank Bajigur enak dan gurih dan begitupun aromanya juga menunjukkan kegurihannya…dan tidak hanya itu saja disimpan di kulkas…hmmm…tambah enakkk…seger dan gurih…dan si kembar pun berebut menghabiskannya 😀 …pas bunda mau ngambil bajigur yang di kulkas…dan melihat sudah tidak ada kagett juga…lho kemana bajigurnya…ehhh ternyata kembar cerita kalo sudah dihabisin 😀

bajigur_4

dan dari dulu pengen bikin petulo/putu mayang …kalo di jawa timur namanya petulo dan penyajiannya pake saus santan tapi ada juga yang menyebut putu mayang…kalo membaca ulasan di blog mbak Diah Didi kalo di Jawa (mungkin maksud mbak Diah Didi Jawa Tengah) ada putu mayang tapi penyajiannya pake kelapa parut bukan pake saus santan jadi semacam getuk lindri yang atasnya dikasih kelapa parut…tuhh kan makanan yang hampir sama tapi penyajiannya berbeda ternyata punya nama sendiri-sendiri dan asal daerahnya pun berbeda…betapa kaya Indonesia ini ya…dan apapun namanya petulo itu…enakkk…hihihi dan saya cinta Indonesia 😉

putu mayang_1

dan mumpung ada Nutrisari W’dank Bajigur kan bisa jadi sausnya tanpa harus repot membuatnya…jadi tanpa ragu bikinlah petulo…dan setelah bikin petulo langsung bikin bajigur…makan petulo di tambah kuah bajigur hangattt itu enakkk…dan karena pengen yang seger bajigurnya disimpan di kulkas dan setelah dingin makan petulo lagi pake kuah petulo dingin…enakkk juga….hihihi

dan berikut resepnya yang saya dapat dari Majalah Sedap :

Petulo / Putu Mayang :

Bahan :

  • 300 gram tepung beras
  • 4 ½ sdm gula pasir
  • 1 ½ sdt garam
  • 100 gram tepung tapioka
  • 575 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 2 tetes pewarna merah muda
  • 2 tetes pewarna hijau muda

Bahan Saus :

  • 3 sachet Nutrisari W’dank Bajigur
  • 450 ml air panas

Cara membuat :

  1. Masak Tepung beras, gula pasir, garam dan santan diaduk sampai menggumpal. Tambahkan tepung tepung tapioka sambil diuleni.
  2. karena saya menggunakan piping bag untuk mencetak maka adonan ini kurang lembek sehingga berat untuk dicetak maka saya menambahkan air lagi pada adonan sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan mudah untuk dicetak tapi jangan terlalu lembek, setelah ditambah air adonan menjadi agak lengket tapi mudah dicetak.
  3. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Satu bagian diberi warna merah. Uleni rata. Satu bagian diberi warna hijau muda, uleni rata. Satu bagian lagi biarkan tanpa warna.
  4. Masukkan adonan ke dalam cetakan petulo/putu mayang (saya menggunakan piping bag yang digunting kecil diujungnya). Tekan di atas daun pisang.
  5. Kukus di atas api sedang 10 menit hingga matang.
  6. Saus : seduh Nutrisari W’dank Bajigur dengan air panas.
  7. Sajikan petulo/putu mayang bersama Saus Bajigur.

putu mayang

Demikian resepnya ya teman-teman semoga bermanfaat dan keluarga suka ya…

bajigur_2

dan saya senang dengan inovasi dari Nutrifood ini…ya karena dengan adanya minuman tradisional dalam kemasan, mudah di dapat dan mudah dibawa kemanapun dan tahan lama, maka tentunya juga akan mudah memperkenalkan minuman tradisional ini ke Mancanegara…sukses buat Nutrifood dan sukses buat kita semua…aamiin…. 😉

Iklan