Kastengel

Dari duluuuu pake bangettt 😀 pengen bikin kue ini tapi baru kesampaian sekarang…iya soalnya saya masih beberapa kali bikin kue kering jadi grogi duluan kalo mo bikin kuker 😀 …iya soalnya ayah kembar suka kue ini…dan ya pengen banget bisa bikinnya dan mumpung mau lebaran bikin kuker yukkk… 😉

dan setelah mengenal kue kering itu tidak serumit yang kita bayangkan kok teman-teman apalagi kastengel ini…insya Allah mudah…tapi memang mencetak dan ngovennya butuh sedikit kesabaran tapi kalo dilakukan dengan senang hati insya Allah mudah apalagi kalo kuenya sudah jadi…hmmm…alhamdulillah bisa tersenyum bahagia…hihihi

Kastengel ini adalah kue kering keempat saya setelah ketiga kue kering sebelumnya selalu ada saja bagian yang gosong 😀 …nah supaya kejadian gosong tidak berulang maka saya konsultasilah kesana kemari…terimakasih kepada konsultan-konsultan cantik dan baik hatinya…terimakasih mbak Fa, mbak Riana dan Nina DKM cakes …terimaksih semuanya semoga kebaikannya mendapat balasan  dengan kebaikan yang banyak dari Allah swt.. aamiin… 🙂

dan alhamdulillah kastengelnya ndak gosong…dan setelah konsultasi…halah bahasanya 😀 …hihihi…iya akhirnya dapet tips penting supaya kue kering tidak mudah gosong pada saat di oven…tipsnya yaitu:

  1. menggunakan satu loyang dan ditaruh di rak tengah
  2. menggunakan api kecil (kompornya kemarin dinyalain kecil pake banget…hehehe)

tapi itu kalo menggunakan otang ya teman-teman…kalo pake otrik mungkin kita bisa bermain di pengaturan suhu…dan yang penting jangan lupa dikit2 ditengok ya biar ndak keburu gosong…hihii. Kemarin sekitar sepuluh sampai lima belas saya tengokin…dan dibalik posisi loyang biar panas yang di dapat sama dan setelah mendekati mateng harus lebih sering nengoknya…kalo ndak tiba2 bau hangus muncul 😀

eh tapi ini pengelaman saya yang masih belajaran ya..mungkin pengalaman teman-teman berbeda…sudah familiar banget sama ovennya jadi sudah tau tips trik masing-masing gitu. Keluarga di Malang suka banget bikin kue kering dan hasilnya cantik-cantik padahal ngovennya pake 2 loyang atau 3 loyang kalo ndak salah tapi hasilnya juga ndak gosong…jadi semakin mengenali oven kita maka akan semakin mudah kita menggunakannya…jadi tak kenal maka tak sayang begitulah 😀

dan setelah kuenya kastengelnya mateng si kembar dikit-dikit ngambil…ihhh jadi penasaran seperti apa rasanya…kan lagi puasa jadi cukup melihat si kembar suka insya Allah sudah kelihatan kalo rasanya enak…dan alhamdulillah rasanya memang enakk…renyah, empuk dan gurihnya pas…padahal aku ndak terlalu suka keju lho tapi beneran kastengel ini enakk…dan saya dapet resep Bu Fatmah Bahalwan ini dari mbak Fa …terimakasih bu Fatmah dan mbak Fa 🙂

dan berikut resepnya :

KASTANGEL

Resep : Bu Fatmah Bahalwan

Bahan:

  • 300 gr mentega { saya pake 150 margarin + 150 gr butter }
  • 200 gr keju tua parut
  • 400 gr tepung terigu protein sedang
  • 2 sdm susu bubuk
  • 2 btr kuning telur

Bahan olesan:

3 btr kuning telur, kocok lepas dengan 1 sdm susu cair

Taburan:

Keju cheddar parut

Cara membuat:

  1. Kocok mentega dan telur dengan kecepatan rendah, sebentar saja, asal tercampur rata. Masukkan keju, aduk rata. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk, aduk rata.
  2. Tipiskan adonan dengan bantuan plastik lembaran, oles dengan bahan polesan, taburi keju cheddar parut.
  3. Potong persegi ukuran 1,5 x 3 cm atau cetak sesuai selera, tata di loyang yang sudah dialasi kertas roti. Oven hingga matang dengan suhu 125 derajat Celsius selama 20 menit atau hingga matang. (saya pake otang pake api kecil banget waktunya sekitar 40 menit)

oke teman selamat mencoba 😉

Maen ke Gunungkidul Yuks…

gunungkidul_upload

Alhamdulillah sudah 4 tahun tinggal di Gunungkidul dan sekarang saya akan mengajak teman-teman untuk sedikit jalan-jalan dan mengenal Kabupaten Gunungkidul…iya sih saya baru mengenalnya tapi tak ada salahnya kan kalau saya mengenalkan Daerah sekarang yang saya tinggali ke teman-teman semua…yuks siap-siap yuk jalan-jalan sehari di Gunungkidul….

Tak kenal maka tak sayang jadi saya kenal kan dulu sekilas tentang Gunungkidul ya…

Gunungkidul adalah salah Kabupaten yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibukotanya Wonosari. Kota Wonosari terletak di sebelah tenggara Kota Yogyakarta, dengan jarak + 39 km.

Batas Wilayah Gunungkidul :
Sebelah Barat : Kabupaten Bantul dan Sleman (Propinsi DIY)
Sebelah Utara : Kabupaten Klaten dan Sukoharjo (Propinsi Jawa Tengah)
Sebelah Timur : Kabupaten Wonogiri (Propinsi Jawa Tengah)
Sebelah Selatan : Samudra Hindia
( Sumber : http://gunungkidulkab.go.id)

Kesan pertama tinggal di daerah ini adalah orangnya ramah, disini masih berlaku Sapa Senyum Salam kepada semua orang ketika kita berpapasan dengan orang lain…dan ketika saya baru datang disini sempat bingung juga karena saya terbiasa menyapa dengan orang yang saya kenal saja 😀 dan hal yang lain berkesan adalah penduduk Gunungkidul orangnya pekerja keras meskipun usianya sudah lanjut atau sudah mbah-mbah tetap saja mereka rajin ke ladang dan biasanya mereka masih mencari rumput untuk ternaknya…Subhanallah mungkin saya pun belum tentu bisa melakukannya…semoga kerja keras mereka mendapat balasan dari Allah SWT…aamiin…dan mungkin karena hal itu juga, karena mereka rajin ke ladang dan sering beraktifitas sehingga di Gunungkidul masih banyak orang yang sudah lanjut usia tapi tetap sehat, usia si mbah-mbah bisa mencapai umur seratusan tahun bahkan ada yang lebih…Subhanallah…

Sekarang kita membahas makanan khas Gunungkidul, sebenarnya kalo membicarakan makanan khas Gunungkidul banyak sekali ya tapi disini saya akan menceritakan beberapa saja ya teman…disini saya akan menceritakan tentang sambal bawang, sambal bawang adalah sambal terbuat dari cabe, bawang putih dan sedikit garam…teman-teman mau tau rasanya seperti apa…rasanya maknyos pedesnya dan hal itulah yang membuat nasi cepet habis 😀 dan karena bahannya gampang coba sekarang yuks insya Allah di dapur kita ada bahannya 😉 …mungkin banyak sambal bawang di daerah laen atau sambel serupa tapi yang membuat sambal bawang disini beda adalah kebiasaan orang-orang Gunungkidul untuk makan bersama tetangga dengan menu sambal bawang ini, sehingga istilah “Nyambel Bawang” adalah idetik dengan makan bersama…untuk makan bersama menunya tidak harus banyak tapi yang terpenting adalah sambal bawang…biasanya mereka makan di depan rumah bersama tetangga dan setiap keluarga membawa makananannya sendiri dan dimakan bersama-sama…bagaimana teman…menyenangkan bukannn…

sambel bawang

Makanan khas yang lain adalah Sayur Lombok Ijo…makanan ini hampir selalu ada di setiap acara-acara atau di warung-warung masakan jawa di Gunungkidul, jadi kalo pas makan di Gunungkidul jangan lupakan sayur ini ya teman…rasanya enak gurih dan sedikit pedas meskipun banyak cabenya rasanya ndak terlalu pedes kok tapi ada juga yang pedes sekali ya sesuai selera yang masak juga sih…tapi bener deh yang ini juga bikin tambah nasi 😀 dan jika berminat resepnya disini ya teman 🙂

Sayur Lombok Ijo

Setelah kenal sedikit tentang Gunungkidul sekarang waktunya kita jalan-jalan menikmati daerah ini…

Ayam Bakar Mbak Lies

Ayam Bakar Mbak Lies

Yang pertama saya akan mengajak teman-teman menikmati kuliner Gunungkidul…lebih tepat ini adalah kuliner favorit saya di sini 😀 …saya akan mengajak teman-teman menikmati “Ayam Goreng dan Bakar Mbak Lies”, seperti namanya di sini menunya hanya terbatas ayam goreng dan ayam bakar dan minuman ringan, tempatnya sederhana, bangunannya adalah rumah joglo yang disulap jadi rumah makan, tapiiii soal rasa jangan tanya deh…hmmm…juaraaa…ayamnya empuk dan gurih…oiya ciri khas lain dari ayam ini adalah rasanya agak manis atau yang disebut ayam goreng bacem atau ayam goreng manis, memang disini di Gunungkidul atau di sekitar Yogyakarta ayam gorengnya rata-rata dimasak bacem begini…tapi beneran ayam Mbak Lies ini benar-benar enakkk…empukk dan gurih dan harganya standar, dan ayam yang digunakan ayam kampung lho teman-teman…rumah makannya memang terlihat tidak terlalu ramai tapi disini lebih sering menerima pesenan nasi kotak…tuhhh lihat saja banyak tumpukan kardus nasi disini…untuk nasi satu paket (ayam + nasi + sambal + lalapan + minum) harganya 21 ribu untuk ayam goreng dan 22 ribu untuk ayam bakar, tapi kalo nasi kotak 16 ribu untuk ayak goreng dan 17 ribu untuk ayam bakar…gimana murah kannn…jadi kalo maen ke Gunungkidul dan belum bawa bekal sepertinya Ayam Mbak Lies ini bisa jadi pilihan…gimana teman pengen segera ngincip ayam ini kan…ini alamatnya Ayam Mbak Lies Jl.Veteran No. 49 Wonosari nomor HP 087839331925…

Ayam Goreng Mbak Lies

Ayam Goreng Mbak Lies

Suasana di Rumah Makan Mbak Lies

Suasana di Rumah Makan Mbak Lies

Habis makan kenyang sekarang waktunya kita jalan-jalan ya…

Selanjutnya saya akan mengajak teman-teman jalan-jalan ke pantai karena di Gunungkidul ini banyak pantai yang indah yang patut dikunjungi…so lets go…namun sebelum jalan-jalan saya kasih info tentang akses jalannya ya…untuk menuju Pantai di Gunungkidul dari Yogyakarta maka kita akan melewati jalan Jogja-Wonosari…dan pengen tahun jalannya seperti berikut fotonya…jalannya lebar dan mulus kannnn…

jalan jogja wonosari upload

Jalan Jogja Wonosari

Setelah di jalur Jogja Wonosari, untuk menuju kawasan pantai sendiri ada dua jalur yang bisa kita pilih yang pertama kita lewat Wonosari dan Jalur yang ke dua kita bisa lewat Kecamatan Playen dan saya lebih menyarankan lewat yang Jalur Playen karena jalannya lebih lebar dan tidak terlalu berkelak kelok sehingga aman bagi orang yang mabuk kendaraan seperti saya 😀 , dan berikut foto jalur yang lewat Playen…foto ini diambil sekitar 5 km sebelum kawasan pantai…lebarr kannn…memang di dekat lokasi pantainya tidak selebar ini tapi insya Allah aksesnya mudah hingga ke pantai…

jalan pantai_upload

Jalan Menuju Kawasan Pantai

Oiya ngomong-ngomong ada yang pengen tahu ndak saya ke pantainya naek apa…sepertinya ndak ada yang pengen tahu ya 😀 …jadi ceritanya kita berempat (saya, ayah kembar dan si kembar) naek motor…iya kan memang punyanya motor jadi harus disyukuri bukan 😀 …Alhamdulillah sudah punya motor 🙂 …dan pas lewat di Jalur Playen ini tiba-tiba ada mobil lewat wuzzzz….keren banget nie mobil dan ternyata setelah dilihat itu mobil namanya Toyota Agya…warnanya putih dan kerenn bingitts dan langsung deh meluncur ke websitenya dan seperti inilah fotonya…kerennn kan…dan katanya mobil ini irit bahan bakar lagi…sepertinya mobil ini cocok untuk keluarga kecil bahagia seperti kami…ngareppp 😀

Toyota Agya

Toyota Agya

Oke teman tentang mimpi saya sepertinya harus dibahas dengan suami ya 😀 …dan kita lanjutkan jalan-jalannya…

Pantai pertama yang akan kita kunjungi adalah pantai pulang sawal atau dikenal juga dengan nama Pantai Indrayanti…Gunungkidul memiliki beberapa pantai sekitar 10 pantai dan yang paling terkenal adalah Pantai Pulang Sawal ini terlihat dari pengunjungnya yang banyak dibandingkan pantai yang lain…

Pantai Pulang Sawal a.k.a. Pantai Indrayanti

Pantai Pulang Sawal a.k.a. Pantai Indrayanti

Oiya tadi lupa ngasih info ya…bahwa untuk masuk ke pantai d Gunungkidul kita kena biaya sepuluh ribu per orang untuk memasuki 8 pantai di Gunungkidul diantaranya pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulang Sawal dan Poktunggal…gimana murah bukan…cukup sepuluh ribu dan kita bisa maen sepuasnya di beberapa pantai…

Dan sekarang kita lanjut ceritanya tentang pantai pulang sawal, pantai ini lumayan panjang dibandingkan pantai yang lain tapi diantaranya terdapat bukit dan dilanjut pantai lagi…di pantai ini ada yang bagian sepi ada yang ramai penunjung…karena di Gunungkdul adalah Laut Selatan sehingga rata-rata pantai mempunyai ombak agak besar dan bibir pantainya tidak terlalu panjang sehingga kita harus hati-hati apalagi yang membawa anak kecil maka mendingan main pasirnya yang agak minggir aja biar aman buat si kecil…untuk anak remaja banyak juga yang main di pinggir pantai tapi tetap kita harus hati-hati ya teman 🙂

Pantai Pulang Sawal a.k.a. Pantai Indrayanti

Pantai Pulang Sawal a.k.a. Pantai Indrayanti

di pantai ini sudah dikelola dengan baik sehingga pantai nampak bersih dan pantai ini lebih dikenal dengan nama Pantai Indrayanti karena disana terdapat restoran Pantai bernama Indrayanti dan di pantai ini juga sudah banyak yang berjualan makanan di pinggir pantain bahka suvenir khas pantai ini sudah banyak bermunculan.

Si kembar maen di Pantai Pulang Sawal

Si kembar maen di Pantai Pulang Sawal

 

Setelah ke Pantai Pulang Sawal sekarang kita jalan ke Pantai Drini yuks…

Nah di pantai Drini pengunjungnya tidak sebanyak pantai Pulang Sawal dan pantainya tidak sepanjang di Pulang Sawal juga tapi disini ada bagian pantai yang memiliki ombak yang tenang bisa dibilang ombaknya kecil sekali karena ada bagian pantai yang terhalang tebing jadi bukan pantai yang lepas…jadi yang di bagian ini aman untuk bermain dengan anak-anak dan ada juga bagian pantai yang ombaknya besar…kita tinggal pilih mau maen dimana…dan enaknya lagi di pinggir pantai banyak gazebo yang disediakan oleh warung-warug yang menjual makanan dan minuman ringan jadi kita bisa menikmati pantai dengan ditemani es degan atau segelas pop mie…gimana enakkk bukan…serasa punya pantai sendiri gitu….asikkk deh pokoknya…

Pantai Drini yang mempunyai ombak tenang

Pantai Drini (salah satu sudut yang mempunyai ombak tenang)

Pantai Drini (Sudut yang memiliki ombak yang agak besar)

Pantai Drini (Sudut yang memiliki ombak yang agak besar)

Gazebo di pinggir Pantai Drini

Gazebo di pinggir Pantai Drini

drini square_1_upload

Pantai Drini

Sementara dua dulu ya teman pantai yang kita kunjungi mudah-mudahan lain kesempatan bisa cerita pantai yang lain ya…aamiin…

Habis dari pantai sekarang kita makan lagi yuks pasti sudah lapar 😀
Setelah main air di pantai pasti pengen yang hangat-hangat ya…dan saya akan mengajak teman-teman menikmati kuliner Gunungkidul yang begitu mendunia 😀 …yak…betul…Bakmi Jawa…ada yang belum kenal bakmi jawa…bakmi jawa adalah bakmi yang dimasak dengan kaldu ayam dan dilengkapi sayuran seperti kol, tomat, suwiran ayam…dan pasti pake ayam kampung dong, pake kaldu dan daging ayam kampung…hmmm…enakkk…

bakmi jawa_upload

Bakmi Jawa

Penjual Bakmi jawa banyak sekali ditemui di Gunungkidul hampir di sepanjang jalan di kanan kiri ada dan jaraknya ndak terlalu jauh…ciri khas dari Penjual Bakmi Jawa adalah rombong dengan gantungan ayam kampung…jadi kalo di pinggir jalan ada rombong yang menggantung ayam bisa dipastikan Bami Jawa dijual disana…dan rata-rata mereka mulai berjualan mulai magrib sampai malam…dan karena memang disini banyak yang jualan jadi rasanya pun hampir sama menurut saya dan bisa dibilang rata-rata enak…jadi jangan ragu untuk mampir ke warung bakmi jawa ya teman 😉 dan bagi yang berminat resepnya disini ya teman :)…oiya lupa harga bakmi jawa rata-rata sekitar 10 ribu rupiah…murahhh kannn..hangattt dan enakkk 😉

Jalan-jalan sudah…makan juga sudah…sekarang kita beli oleh-oleh yuks..

Untuk membeli oleh-oleh di Gunungkidul tidak usah bingung sekarang banyak Toko Oleh-oleh bermunculan di Daerah Gunungkidul, mereka menyediakan makanan khas disini seperti Belalang Goreng, Gatot, Tiwul, Geplak, Bakpia dan masih banyak makanan lainnya…jadi jangan bingung bawa oleh-oleh apa dari sini karena kita bisa menemukannya hampir di sepanjang jalan Jogja Wonosari…sipp kannn 😉

Salah satu toko oleh-oleh di Jalan Jogja Wonosari

Salah satu toko oleh-oleh di Jalan Jogja Wonosari

Hmmmm…tak terasa kita sudah jalan-jalan seharian…jalan-jalan lewat cerita 😀 …oke teman mudah-mudahan ceritanya bermanfaat ya…bisa jadi gambaran kalo mau maen ke Gunungkidul yang pasti kuliner yang saya sebutkan tadi sayang untuk dilewatkan…tapi Gunungkidul bukan hanya yang saya ceritakan di atas tentunya…karena tidak mungkin satu Daerah saya rangkum dalam satu halaman…masih banyak cerita keindahan Gunungkidul…so teman…datang dan buktikan keindahannya 😉