Cumi Masak Hitam

Image

Makanan ini adalah salah satu makanan favorit keluarga kami, bagaimana tidak mulai ayah sampai si kembar suka banget, hal ini ditandai dengan nasi yang dihabiskan apabila nasi disandingkan dengan cumi ini, si kembar malah bisa nambah lho…”nambah lagi”…gitu katanya…hehehe

Selain rasanya enak cara masaknya mudah, resep ini kudapat dari ibunda tercinta. Saya berasal dari “Negeri Ikan” alias Kota Muncar :D…tulisan masuk di perbatasan kecamatan seperti itu…”Kota Muncar”…hihihi. Muncar adalah salah satu nama kecamatan di Banyuwangi Jawa Timur yang terkenal sebagai daerah penghasil ikan, bahkan merupakan salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia…lho kok jadi promosi :D…ndak papa lah perkenalan itu perlu…karena tak kenal maka tak sayang :D…dan karena membeli ikan, cumi, udang dan teman-temannya di daerah kami cukup mudah dan murah dan segar lagi maka ibu lumayan sering masak masakan yang satu ini.

dan ini berikut resepnya :

Bahan :

  • 1/2 kilogram cumi yang masih memiliki kantong tinta
  • 5 siung bawang merah, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 3 buah blimbing sayur atau bisa diganti dengan tomat, iris tipis
  • 7 buah cabe rawit, rajang kasar
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 2 sdm minyak goreng
  • 500 ml air

Cara Membuat :

  1. Bersihkan cumi dan usahakan kantong tinta jangan sampai pecah, kemudian potong cumi menjadi 3 bagian atau sesuai selera;
  2. Tumis bawang merah bawang, bawang putih  dan cabe rawit hingga harum setelah itu masukkan blimbing sayur atau tomat;
  3. Kemudian masukkan cumi, aduk sebentar dan masukkan air;
  4. Tambahkan garam dan gula pasir, masak hingga cumi empuk dan air tinggal sedikit sehingga kuah nampak kental;
  5. Jangan lupa cicipi untuk mendapat rasa yang pas;
  6. Cumi siap dihidangkan.

Mudah kan…hehehe, iya cara memasaknya memang mudah mungkin yang agak lama menunggu cuminya empuk, apabila sampai air sudah agak habis cumi masih tetap kurang empuk bisa ditambah air lagi dan biarkan sampai air agak mengering dan kuah mengental. oiya pada waktu membersihkan kantong tinta cumi jangan sampai pecah lho karena tinta inilah yang memberi efek warna hitam dan tentunya akan mempengaruhi rasa yang dihasilkan.

Biasanya kalo masak di rumah cabenya dimasukin belakangan solanya si kembar belum mau masakan pedas, jadi setelah cumi empuk kembar diambilkan dulu baru cabe ditambahkan.

oke sekian dulu reportase tentang cuminya ya 😀 ….semoga bermanfaat 🙂

====Minggu, 27102013 05:31 @ km 31,5====

Iklan

Tongseng Kambing Part I

Tongseng Kambing adalah makanan khas Solo, meskipun demikian kita bisa dengan mudah menjumpai masakan ini di daerah Gunungkidul dan sekitarnya. Dulu pas aku masih di Malang dan si mas di Gunungkidul biasanya suka cerita tentang makanan ini jadi penasaran dengan tongseng, ditambah nyari di Malang belum ketemu yang seperti diceritain, penasarannya jadi bertambah menjadi penasaran banget 😀

Ternyata setalah makan rasanya enakkkk sekaliii :D…hehehe…agak lebay ya…hehehe, tapi beneran rasanya enak lho, hampir sama seperti Krengsengan Sapi tapi tentunya dengan aroma kambing yang khas dengan perpaduan rasa gurih, manis dan pedas…ditambah nasi hangat ….hmmm…jadi pengen tambah terus :D…tapi bagi yang kurang suka dengan rasa pedas kita bisa tidak memakai cabe…dan rasanya pun tetap enak.

Image

Kemudian kenapa namanya Part I, iya karena cara memasak tongseng ini yang kutahu ada 2 cara…ini yang kutahu lho….mungkin ada banyak cara sebenarnya akunya saja yang belum tahu :D, dan karena cara masak yang berbeda maka tampilan dan rasanya pun sedikit ada perbedaan tapi percayalah dua-duanya enak lho…hehehe

Cara yang pertama kita memasak menggunakan kuah Gulai Kambing dan cara ini sangat mudah, kemudian cara kedua masak dari awal menggunakan bumbu-bumbu tongseng seperti kita masak seperti biasa. Dan yang kumasak sekarang adalah cara pertama, jadi ceritanya kan kemarin hari Raya Idul Adha dapet daging kambing dan sapi, nah jadi deh daging kambing pada hari Raya 2 hari atau keesokan harinya setelah Sholat Ied kumasak menjadi Gulai Kambing, tapi sayang resep Gulai Kambing belum bisa di posting karena pas itu belum dapat foto yang cantik…weqeqeq 😀

dan ternyata malam harinya kuah gulai ini masih banyak…alhamdulillah…jadi bisa untuk masak tongseng keesokan harinya…hehehe, oke teman-teman berikut resepnya :

Bahan :

  • 250 gram daging kambing, potong dengan ukuran 1X1
  • 5 siung bawang merah, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 5 buah cabe rawit, iris tipis
  • Kuah gulai kambing
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 2 sdm kecap
  • 1 sdt gula pasir
  • 2 sdm minyak

Cara membuat :

  1. Tumis bawang merah, bawang putih dan cabe hingga harum, kemudian masukkan kuah gulai kambing;
  2. Tunggu hingga mendidih kemudian masukkan daging kambing;
  3. Tambahkan kecap, merica, garam dan gula pasir;
  4. Masak hingga daging empuk dan jangan lupa dicicipi untuk mendapat rasa yang pas;
  5. Tongseng Kambing siap dihidangkan.

Oiya tips untuk membuat daging kambing ini supaya tidak berbau prengus adalah kita harus menghindarkan pertemuan daging kambing dengan air seminimal mungkin, kalo perlu jangan sampai ketemu, dan ketika memasukkan ke dalam air atau kuah, usahakan kuahnya mendidih terlebih dahulu…bukan berarti ndak di cuci lho :D…

jadi nyucinya ada dua cara, yang pertama dengan cara daging kambing dimasukkan ke dalam air mendidih kemudian buang airnya baru dimasak dan cara yang kedua biarkan kuah mendidih baru kita cuci daging kambing sampai bersih dan setelah itu langsung dimasukin ke dalam kuah sehingga daging kambing tidak terlalu lama kontak dengan air…dan aku masih mencoba cara yang kedua 😀

oke teman-teman sekian cerita dari kami…semoga bermanfaat… 🙂 …dan semoga akan ada postingan Tongseng Kambing Part II :D…aamiin…

====Sabtu,26102013 06:17 @km 31,5====

Tahu Isi Sayuran

Image

Gorengan yang satu ini adalah satu gorengan favoritku, jadi pengen rasanya bikin sendiri…hehehe, alhamdulillah akhirnya terwujud…

pas masih hangat dan ditemani cabe…hhmmm…rasanya enak…apalagi makannya bareng kelurga…hhhmmmm…surga dunia… 🙂

dan berikut resepnya :

Bahan :

  • Tahu 4 x 4 sebanyak 10 buah, potong menjadi  2 segitiga, goreng dan keruk dalamnya buat seperti kantong
  • Minyak goreng

Bahan Isi :

  • 1 buah wortel, potong korek api
  • 1/4 lingkaran daun kol , iris tipis
  • 125 gram tauge
  • 1 batang daun bawang, rajang halus
  • 1 batang seledri, rajang halus

Bumbu isi (haluskan) :

  • 4 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1/4 sdt merica
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt gula pasir

Bahan celupan :

  • 100 gram terigu
  • 25 gram tepung beras
  • 2 siung bawang putih dihaluskan
  • 1/4 sdt merica
  • 1/4 sdt garam
  • 200 ml air

Cara membuat :

  1. Untuk membuat isi tumis bumbu halus sampai berbau harum;
  2. Masukkan daun kol, wortel, dan tauge masak hingga layu kemudian masukkan daun bawang dan seledri;
  3. Jangan lupa cicipi terlebih dahulu untuk mendapatkan rasa sesuai selera;
  4. Isikan sayuran ke dalam tahu yang sudah dikeruk dalamnya;
  5. Untuk membuat bahan celupan campur semua bahan celupan jadi satu kecuali air dan aduk rata setelah itu tambahkan air secara perlahan demi mendapat adonan sesuai selera;
  6. Masukkan tahu yang sudah diisi sayur ke dalam adonan celupan kemudian goreng hingga kuning kecoklatan dan tiriskan;
  7. Tahu isi sudah siap disajikan.

pas nyoba bikin sebenarnya ndak pake acara timbang menimbang :D, tapi demi menulis resep harus ada takarannya…paling ndak untuk perkiraan :D, kalo ada kurang lebihnya bisa ditambah atau dikurangi sesuai selera :D…yang penting berani mencoba daripada kita terhenti karena takaran resep kan 😀 … ***mencoba membela diri…huehehe :D****

====Jumat, 25102013 22:43 @ km 31,5====

Gudeg

Image

Semenjak tinggal di Gunungkidul jadi familiar dengan makanan yang satu ini, padahal dulu mungkin bisa dibilang makan gudeg bisa diitung dengan jari…hehehe

Dulu kupikir gudeg itu seperti sayur “blendrang” ala jawa timur yaitu sayur yang telah diangetin beberapa kali sehingga kuahnya abis…ternyata salah besar 😀 …

Karena sering menjumpai masakan ini jadi bikin penasaran bagaimana cara masaknya, jadi akhirnya mencoba masak gudeg dan sudah beberapa kali mencoba dari beberapa resep.

ada yang memakai teh sebagai pewarna merah gudegnya ada juga yang cukup dengan gula merah saja, ada yang menyarankan memakai wajan anti lengket demi mendapat gudeg yang agak kering.

dan ini adalah resep yang sering kucoba karena resep ini diambil dari buku resep yang pertama kupunya 😀 yaitu “500 Resep Lezaat Masakan Indonesia” , dan berikut Resepnya :

Bahan-bahan :

  • 1/2 butir kelapa
  • 3 lembar daun jati
  • 1/2 ayam sedang
  • telur
  • nangka muda

Bumbu-bumbu :

  • 3 biji bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 6 butir kemiri
  • 2 potong laos
  • 1/4 sendok teh terasi
  • 3 lembar daun salam
  • 1 sendok makan garam
  • 2 sendok makan gula merah

Cara membuat :

  1. Rebus telur dan parut kelapa, untuk dijadikan santan.
  2. Nangka muda dipotong-potong agak kasar setelah dicuci terlebih dahulu. Kemudian rebus dengan daun jati supaya timbul warna merah, sehingga lunak. Tiriskan lalu memarkan.
  3. Haluskan bumbu, kecuali daun salam dan laos. Masukkan ke dalam panci bersama santan, potongan ayam dan nangka muda yang telah memar.
  4. Tambahkan daun salam dan laos, rebus terus hingga santan habis.
  5. Terakhir masukkan telur rebus yang telah di kupas, tambah santan kental dan rebus hingga santan habis.

seperti biasa kalo nyoba resep mesti pilih cara mudahnya saja…hihihi :D…aku tidak menambahkan santan kental jadi telur dimasukin mulai awal bersamaan dengan bumbu sehingga proses tidak terlalu lama…hehehe.

Kemudian karena pas nyoba resep lupa minta daun jati jadinya ya pakai teh celup aja :D…hasilnya lumayan kok warnanya merah, dan setelah proses perebusan dengan teh dicuci bersih. Setelah itu masukin bersama santan beserta bumbunya, memang pada awal-awal perebusan nangkanya masih berasa tehnya tapi setelah santan habis atau setelah gudeg matang rasa tehnya sudah hilang.

dan ketika merebus nangka dalam proses mendapatkan warna merah pastikan nangka jangan sampai terlalu lembek karena nangka akan mengalami proses perebusan sekali lagi sehingga hasilnya setelah menjadi gudeg tidak terlalu hancur.

dan ada lagi…biasanya aku masaknya ndak pake potongan ayam 😀

oke…selamat mencoba…. 🙂

==== Sabtu, 19102013 09:44 @ km 31,5 ====

Puding Blackforest yang Penting Enak :D

Blackforest, kayaknya kue ini dari dulu sering  kudengar dan kuinginkan tapi belum kesampaian 😀 …dan alhamdulillah sekalinya makan bikinan sendiri meskipun base cakenya puding…hehehe

kenapa namanya yang penting enak? karena dekorasinya masih seadanya dan sebisanya…hahaha 😀 …. tapi yang penting rasanya enak lho…maap agak promosi sedikit 😀 …tapi beneran rasanya enak, coklat di luar coklat di dalam….lho promosi lagi 😀

Hari ini  bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1434 H (2013)…ceritanya lagi long weekend…mulai sabtu sampai hari ini selasa kami libur…jadi ceritanya agak mencari kesibukan yang menyenangkan supaya tidak pengen pulang 😀 … kalo versinya ayah…”mendingan ubek daripada minta pulang 😀 ” ….hahaha…terimakasih mas…sudah memberi kesempatan untuk membuat kue ini…

Diawali kemarin bikin puding untuk base cakenya dan hari ini setelah melihat penyembelihan hewan kurban kami lanjutkan dengan membuat butter cream dan menghias bersama…mulai membuat butter cream sampai proses dekorasi kami bekerja berempat lho…tentunya di temani oleh tim kreatif Arfa dan Ashfa 😀 … ketika membuat butter cream mereka sibuk bertanya apa ini ayah…apa ini bunda … 😀 …dan ketika butter cream selesai langsung di cicipi sama si kembar sambil membersihkan bekas kocokan di gagang pengaduk mixer :D…

Kemudian ketika mulai menempel pagar si kembar juga tak mau ketinggalan…mau memegang-megang pagar jadi deh pagarnya yang patah-patah jadi cemilan buat si kembar… 😀 dan ketika proses pemotretan selesai… seperti biasa mereka selalu pengen cepet-cepet makan kuenya…. cherry merah pun langsung diambil ketika sesi pemotretan 😀

terimakasih ayah… terimakasih kembar atas partisipasinya… 😀

Oiya tak lupa saya ucapkan terimakasih buat nina DKM cake jember … sebagai guru jarak jauh…makasih ya nina…maap banyak mengganggu…hehehe

dan puji syukur kepada Allah swt yang telah melimpahkan rahmat -Nya…sehingga kami sekeluarga bisa kumpul dan menikmati liburan ini….alhamdulillah…

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

==== 151020313 15:02 @ km 31,5 ====

Tumpeng Mini Ala Keluarga Nawa

Rasanya senang sekali bisa membuat tumpeng, dan ini adalah tumpeng pertama keluarga nawa, tumpeng minimalis…hehehe 😀 dan semoga akan ada tumpeng-tumpeng berikutnya….aamiin…hehehe

Di lembur alias dicicil mulai malem masaknya alhamdulillah siang ini tanggal 12 oktober 2013 kami bisa menikmati makan siang bersama dengan menu tumpeng mini. Tidak ada hari spesial atau momen spesial sehingga kami membuat tumpeng ini hanya kami ingin menjadikan setiap kebersamaan kami menjadi hari spesial dan menyenangkan…..cieeee… 😀

Image

Tumpeng ini terdiri dari nasi gurih, ayam masak ingkung, urap sayuran, bakwan jagung dan mie…isinya minimalis kan…hehehe :D.

Resep Nasi Gurih terdiri dari santan, garam, laos, sereh, daun jeruk dan daun pandan. Nasi gurih kali ini kayaknya paling pas rasanya dibanding nasih gurih yang pernah ku masak sebelumnya :D….mungkin karena perbandingan santan dan beras yang pas sehingga menghasilkan nasi gurih yang pas…tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras….dan bisa dibilang santan yang dicampurkan tidak terlalu banyak…sampai aku sempat ragu apakah nasinya bisa mateng atau tidak?? Hehehe dan ternyata hasilnya alhamdulillah…enak….

Resep ingkung hasil dari googling dan resepnya dapat dilihat disini, resep urap dari mbok mo yang dulu pernah momong si kembar…terimakasih mbok mo…hehehe. Dan resep bakwan jagung dari ibu tercinta…terimakasih ibu…biasanya kalo pengen masakan ibu langsung telepon aja tanya resepnya….hehehe, dan resep mie adalah resep sederhana perpaduan antara bawang putih, merica dan garam.

Malem sebelumnya masak ayam dan bikin adonan bakwan dulu biar paginya ndak kebanyakan tugas dan selebihnya dikerjakan paginya…dan esok harinya mulai masak sekitar jam lima dan sekitar jam tujuh si kembar bangun dah hampir selesai…alhamdulillah…

Setelah si kembar bangun melanjutkan masaknya sebentar, cuci piring dan selesai…lanjut mandiin kembar. Hari ini pengasuh kembar lagi libur jadi kami berempat di rumah. Abis mandi sarapan bareng-bareng, santai sebentar sekitar jam setengah sepuluh bikin hiasan untuk persiapan tumpeng dan memakan waktu sekitar lima belas menit, dan mulai jam sebelas kurang sepuluh kami mulai menyusun tumpeng, sebentar saja dan selesai, kemudian foto-foto dan sesi foto terakhir pucuk nasi tumpengnya langsung di lahap si kembar 😀

Image

Image

Oiya sedikit informasi mulai masak ayam sampai nyusun tumpeng bunda berpatner sama ayah dan malam harinya dibantu sama si kembar yang sambil lihat pocoyo 😀 ….

Alhamdulillah…terimkasih ya Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Engkau berikan…

==== 12102013 20:55 @ km 31,5 ====

Ayam Masak Ingkung

Berawal dari nasi genduri bersih desa, jadi penasaran dengan resep yang satu ini, karena tampilan yang sederhana tapi rasanya enakk dan gurihnya itu lho…hmmm…mengundang selera makan apalagi kalo ditemani dengan nasi gurih….hmmm enak…

Image

Penasaran pun berlanjut dengan berselancar di dunia maya dan bertemu dengan resep dari http://kitabmasakan.com, dan berikut resepnya :

Bahan

  • 1 ekor ayam kampung, biarkan utuh
  • 2 butir jeruk nipis, ambil airnya
  • 1 sdm garam
  • 3 sdm minyak, untuk menumis bumbu

Haluskan:

  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 8 buah cabai merah keriting
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 3 cm kunyit, bakar
  • 1 sdm ketumbar, sangrai
  • ½ sdt jinten
  • 2 sdt garam
  • 3 lembar daun jeruk purut
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 cm jahe, memarkan
  • 750 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 1 sdm air asam jawa
  • 2 sdm irisan gula merah
  • 1 sdt garam

Cara membuat :

  1. cuci ayam sampai bersih, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, biarkan selama 15 menit, lalu cuci lagi. Sayat sedikit bagian paha ayam, masukkan salah satu ceker ayam kedalamnya. Ikat kepala dan sayap ayam menggunakan benang kasur sampai kepala dapat tegak, sisihkan.
  2.  tumis bumbu halus bersama daun jeruk, daun salam, serai, dan jahe sampai harum. Masukkan ayam, santan, air asam, gula merah, dan garam. Masak sampai ayam empuk, angkat.
  3.  letakkan ayam berbumbu dalam pinggan tahan panas, panggang sampai mengering sambil sesekali oleskan sisa bumbu, angkat, sajikan.

Karena kami cuma berempat jadi kami tidak menggunakan ayam utuh, melainkan ayam kampung yang sudah di potong-potong, selain itu masalah takaran bumbu main kira-kira saja, kemiri dan ketumbar tidak di sangrai karena nyari mudahnya saja…hehehe:D, kunyitnya coba dibakar tapi belum lama dibakar tusuknya malah yang kebakar…hehehe…dan kami tidak menggunakan cabai karena takut si kembar ndak mau makan…karena mereka belum suka pedas…meskipun ada perubahan disana sini rasanya lumayan lho… alhamdulillah….

==== 12102013 20:38 @ km 31,5 ====